Pemdes Karya Makmur Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Irwan
Pemdes Karya Makmur Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19
Kades Karya Makmur Yusni Tamrin. Foto: Irwan

PEMALI, BABELREVIEW.CO.ID – Kepala Desa Karya Makmur Yusni Tamrin mengungkapkan, wabah covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat desa. Untuk itu pihak Pemdes Karya Makmur merangkul warga yang terdampak dalam kegiatan pembangunan desa bersifat swakelola, seperti pembangunan jalan, saluran air, jembatan dan lainnya. Sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat yang terdampak.

“Kita juga melibatkan ibu-ibu PKK untuk membuat masker kain untuk nantinya dibagikan kepada masyarakat. Dari desa kita menyiapkan anggaran, dari anggaran tersebut swakelola dibuatkan ibu-ibu membuat masker. Mereka yang beli bahannya, mereka yang jahit lalu nanti kita bagikan kepada masyrakat,” katanya.

Untuk membantu para pelaku UMKM yang juga terdampak wabah covid-19, pihak desa berinisiatif untuk membuat wadah pemasaran secara online, yakni dengan membuat forum jual beli. Dengan forum jual beli tersebut produk-produk UMKM Desa Karya Makmur memiliki pangsa pasar yang lebih luas.

“Penjualan UMKM banyak terjadi penurunan di sutuasi seperti ini. Dengan forum jual beli ini setidaknya membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produk-produk mereka,” katanya.

Dalam penanganannya Desa Karya Makmur sudah membentuk Tim Gugus Tugas fokus dalam penanggulangan covid-19 yang melibatkan seluruh unsur Lembaga desa termasuk masyarakat. Langkah yang dilakukan adalah penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan, tempat ibadah, fasilitas Kesehatan, pos kamling, sarana olahraga serta kawasan perekonomian desa.

“Kemudian juga dilakukan penyemprotan di area pemukiman jadi langsung direct ke pemukiman rumah masyarakat sudah hampir 90 persen kita lakukan,” katanya.

Selain itu juga membuat sarana tempat cuci tangan di tempat-tempat umum, melakukan pendataan terhadap orang dalam pemantauan (ODP). “Setiap warga yang datang ke Desa Karya Makmur baik itu datang dari Jakarta dan daerah lain kita langsung lakukan pendataan dan masukan ke dalam aplikasi. Tim Gugus Tugas juga melakukan pemantauan terhadap ODP karena setelah datang harus langsung karantina mandiri,” ujar Yusni. (BBR)