VIDEO: Pemdes Simpang Katis Kembangkan Potensi Desa Sektor Budidaya Ikan Air Tawar

faisal
VIDEO: Pemdes Simpang Katis Kembangkan Potensi Desa Sektor Budidaya Ikan Air Tawar
foto dan video:faisal



SIMPANG KATIS, BABELREVIEW.CO.ID -– Ditengah pandemi covid 19, sebagian besar Dana Desa (DD) digeser untuk penanggulangan covid 19, namun beberapa pemberdayaan tetap dipertahankan karena memiliki prospek yang menjanjikan

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Simpang Katis, Kecamatan Simpang Katis, Kabuputen Bangka Tengah yang tetap mempertahan program inovasi desa dengan menggandeng Kelompok Tani (Poktan) Aik Sabek dalam mengembangkan potensi desa sektor budidaya ikan air tawar.

Kepala Desa (Kades) Simpang Katis, Syainur mengatakan kalau pengembangan potensi desa sektor budidaya ikan air tawar merupakan program prioritas pemdes dibidang pemberdayaan masyarakat.

"Untuk pemberdayaan, kita priotitaskan sesuai potensi masyarakat desa kita dibidang perikanan, untuk itu masih tetap kita lanjutkan pengembangannya walaupun dana desa digeser untuk penanggulangan covid 19,"ujarnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemdes mengembangkan dua metode budidaya yaitu tambak tanah yang diisi dengan empat jenis ikan yakni Nila, Patin, Lele dan Mas dan tambak bioflok untuk lele saja.

"Dua metode tersebut dikelola dari dua sumber anggaran, tambak tanah dari dana desa (DD) dan bioflok dari bantuan Kementrian Perikanan,"sebutnya.

Kades menerangkan, dalam pengembangan budidaya ikan air tawar yang bersumber dari DD, pemdes support penuh dari hulu sampai hilir yakni dari menyediakan alat barat untuk penggalian tambak, pemberian bantuan bibit ikan hingga pakannya

"Sektor budidaya ikan air tawar ini sangat menjanjikan, saat panen untuk metode tambak tanah terakhir saja jenis ikan nila bisa mencapai 600kg dan lele hampir 1 ton sedangkan mas dan patin masih belum panen terlalu besar karena masih tahap pengembangan,"terangnya

Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang menerapkan metode baru lainnya yang diberikan oleh kementrian perikanan yaitu metode bioflok untuk jenis ikan lele

"Alhamdulillah, dari kementrian, kita sudah membangun lima bak bioflok untuk 15 ribu bibit ikan lele yang akan kita kembangkan, semoga dengan keberhasilan yang ditunjukan kelompok air sabek ini bisa memotivasi masyarakat lain untuk membudidayakan ikan air tawar,"pungkasnya. (BBR)