Pemerintah Pusat dan Daerah Bersatu Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

kasmirudin
Pemerintah Pusat dan Daerah Bersatu Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto bersama kepala OPD, mengikuti rapat koordinasi dengan pemerintah pusat melalui video conference dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Selasa (7/4/2020). (Foto: Diskominfo)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto didampingi oleh kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Tenaga Kerja, kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan, dan beberapa kepala OPD lainnya hari Selasa (7/4/2020), mengikuti rapat koordinasi dengan pemerintah pusat melalui video conference dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,  Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto,  Menteri BUMN, Erik Thohir, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Ketua Apindo Pusat, Hariyadi B. Sukamdani, Ketua Kadin Pusat, Rosan Perkasa Roslani yang membahas tentang penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian yang memimpin rapat vicon mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah pemerintah pusat ingin mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh pemda di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia di dalam penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Menurutnya, krisis Covid-19 ini merupakan krisis global pandemi terluas dalam sejarah umat manusia.  Karena hampir semua negara terpapar Covid -19 dan baru kali ini terjadi.

“Krisis ini juga krisis pandemi terluas dalam sejarah manusia moderen sejak tahun 1945, di Indonesia hampir semua provinsi terpapar pandemi ini. Sebanyak 209 orang meninggal dunia, 192 orang dinyatakan sembuh. Untuk menghadapi krisis ini sudah banyak langkah-langkah dilakukan, mulai dari upaya membendung penularan. Kita tahu virus ini memiliki dua hal yang utama yaitu daya penularannya yang sangat cepat melalui tiga cara mulai dari percikan, melalui kontak langsung dari yang positif dikejar oleh yang negatif, serta melalui batuk dan bersin-bersin,” ungkapnya.

Walaupun demikian, setelah beberapa penelitian di Cina, virus ini memiliki kelemahan yaitu tidak tahan terhadap cahaya matahari, tidak tahan terhadap sabun, karbol, serta detergen. Sehingga langkah–langkah yang kita lakukan di dalam pencegahan dengan menjaga jarak, menghindari kerumunan banyak orang, memakai masker, pembatasan pintu masuk ke suatu daerah, memperkuat ketahanan tubuh masyarakat, dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan.

Tito secara garis besar menjelaskan, hal penting terkait pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) secara nasional untuk kebutuhan. Dari data yang tercatat dari 30 provinsi, berupa alat pelindung diri bagi warga seperti masker, hand sanitizer, vitamin C, vitamin E, multivitamin, sabun pencuci tangan, detergen, karbol yang membutuhkan dana miliaran rupiah.

Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan alat pelindung komunitas masyarakat, alat pelindung petugas medis yang semuanya dibutuhkan dalam jumlah yang banyak dan mendesak. Sehingga pemerintah pusat mengajak pemda di dalam penanganan Covid-19,  serta menangani dampak sosial yang terjadi akibat musibah ini.

“Strategi utamanya adalah kita mengutamakan kesejahteraan publik, serta menjaga ekonomi tidak jatuh terlalu dalam. Sehingga masih memiliki daya tahan ekonomi untuk berperang melawan Covid-19. Dalam mobilisasi nasional pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendiri, apalagi daerah sejak otonomi daerah diberlakukan, memiliki kewenangan cukup besar, dana APBN separuhnya ditransfer ke daerah cukup besar dan daerah juga memiliki PAD cukup kuat. Sehingga penanganan virus ini perlu dimobilisasi secara nasional yaitu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tukas Tito.

Dalam rapat ini, masing-masing menteri menjelaskan sesuai dengan perannya masing–masing di dalam penanganan Covid-19, sehingga keseriusan pemerintah pusat dan daerah diuji kemampuannya dalam penanganan penyebaran Virus Corona dengan maksud bangsa Indonesia segera mengakhiri perang ini, mengingat dampaknya terhadap ekonomi sangat dahsyat yang membuat masyarakat lebih menderita.

Tito berharap, melalui rapat ini mengajak pemda di setiap provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia dan seluruh elemen masyarakat bersatu di dalam penanganan penyebaran Covid-19, agar cepat dapat diatasi. Sehingga ekonomi bangsa ini dapat bangkit kembali. (BBR)


Penulis : Rilis Diskominfo

Editor   : Kasmir