Pemkab Bangka MoU dengan DPRD Berantas Stunting

kasmirudin
Pemkab Bangka MoU dengan DPRD Berantas Stunting
Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan penandatanganan MoU dengan DPRD Kabupaten Bangka dan pihak terkait dalam acara Rembuk Stunting di Ruang OR Pemkab Bangka, Selasa (2/7/2019).

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam rangka untuk giat penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan penandatanganan MoU dengan DPRD Kabupaten Bangka dan pihak terkait dalam acara Rembuk Stunting di Ruang OR Pemkab Bangka, Selasa (2/7/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bangka, Mulkan SH, ketua DPRD dan wakil ketua DPRD Kabupaten Bangka, kepala Puskemas, camat, lurah dan tamu undangan lainnya.

Bupati Bangka menyampaikan, bahwa pihak Pemkab Bangka dan DPRD sangat mendukung untuk melakukan penurunan stunting di wilayah Pemerintah Kabupaten Bangka.

"Stunting ini adalah musuh bagi masyarakat, karena dapat menghambat sumber daya manusia yang berkualitas. Jadi mari kita bersama-sama untuk memberantas stunting ini," ungkapnya.

Bupati katakan, angka stunting di Kabupaten Bangka pada tahun 2013 sebanyak 32.27%, tetapi dengan konsistensi kerja keras pihak Pemkab Bangka angka persentasi penderita stunting tersebut dapat turun menjadi 8.9% di tahun 2018.

"Ini menjadi suatu komitmen kita bersama untuk menurunkan lagi angka stunting yang ada di kabupaten Bangka. Pemerintah pusat juga sudah memerintahkan, agar setiap desa menganggarkan dana untuk memberantas stunting," tukasnya.

Menurutnya, di Pemkab Bangka masih ada 5 kecamatan yang masih ada stunting, seperti  Kecamatan Mendo Barat yang tertinggi angka stuntingnya mencapai 39.1 %, di Desa Kemuja 29 %, yang kedua untuk Kecamatan Merawang terutama untuk Desa Jurung 29.4%, Penagan 20.5%, Kace Timur 26%, Air Duren 16.8% dan Kota Kapur 24.6%.

"Kami berharap kepada setiap desa untuk mengadakan alat ukur tinggi dan berat badan, jadi nanti setiap ada kegiatan posyandu dapat mengetahui tinggi dan berat badan anak tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut bupati menambahkan, agar setiap camat, lurah dan kepala Puskesmas, agar lebih aktif untuk melakukan sosialisasi tentang stunting.

Menurutnya, dalam pemberantasan stunting bukan saja tugas dari pemerintah daerah, tetapi tugas semua pihak.

"Mudah-mudahan di masa pemerintahan kami untuk 5 tahun kedepan, angka stunting dapat turun di angka 2%," tutupnya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review