Pemkab Bangka Tunggu Pengajuan KEK Pantai Timur

kasmirudin
Pemkab Bangka Tunggu Pengajuan KEK Pantai Timur
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Asep Setiawan. (foto:Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW -- Pemerintah Kabupaten Bangka masih menunggu pengajuan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pantai Timur Kabupaten Bangka dan Tanjung Gunung Kabupaten Bangka Tengah dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengatakan sudah 90 % untuk persiapan KEK Pantai Timur Sungailiat, Selasa (22/05/2018).

Asep menjelaskan, ada sekitar 80 hektare dari 600 hektar lahan milik Pemkab Bangka yang diusulkan untuk pengembangan KEK. Sedangkan sisanya merupakan kawasan milik lima perusahaan yang tergabung dalam konsersium dan juga lahan-lahan yang sudah menjadi milik pribadi warga di sekitar KEK tersebut.

Ia tidak membantah sebagian besar lahan di KEK tersebut sudah menjadi milik pribadi warga sejak dulu.

"Untuk pengembangan 600 hektar yang sudah selesai 200 hektare lebih termasuk milik pengelola Pantai Tanjung Pesona maupun lima perusahaan baik yang sudah punya sertifikat maupun surat dari camat," terangnya.

I menjelaskan, rapat pada 11 Mei 2018 kemarin di provinsi menghasilkan keputusan yang semua terkait urusan listrik, analisis kajian dari PT Telkom, peningkatan Bandara Depati Amir menjadi bandara internasional itu dilimpahkan ke provinsi.

"Kesiapan pemaparan pak gubernur karena inikan satu paket antara PT Pan Semujur sama PT Pantai Timur Sungailiat. Jadi untuk saat ini kita menunggu dari pihak pemerintah Provinsi Babel," jelas Asep.

Pihaknya sejauh ini juga sudah melakukan paparan di DPRD Kabupaten Bangka bersama konsorsium KEK Pantai Timur Sungailiat.

Asep menambahkan jika KEK Pantai Timur Sungailiat sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, nanti pihaknya bersama konsorsium akan melibatkan para pemilik lahan di sepanjang kawasan KEK untuk bergabung mengembangkan kawasan wisata.

Terkait Raperda KEK tambah Asep, pihaknya belum mengusulkanke DPRD Kabupaten Bangka. Karena harus ada pendamping untuk lahan seperti BUMD. Untuk pengembangan pariwisata kekuatan dari lahan milik pemerintah harus dikelola oleh BUMD.

"Saat ini kita sudah siap tampil, tinggal menunggu persyaratan yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Jadi kita saling mengisi, walaupun persiapan kita sudah 90 persen mungkin saja nanti masih ada koreksi untuk persiapan akhir. Jadi kita akan saling mengisi, sambil menunggui kabar dari pemerintah Provinsi Babel," tukasnya.(BBR)


 

Penulis :Ibnu
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview