Pemkot Buka Karantina Wisma LPMP, Hari Pertama 15 Pasien Covid-19 Akan Dirawat

Ahada
Pemkot Buka Karantina Wisma LPMP, Hari Pertama 15 Pasien Covid-19 Akan Dirawat
Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim. (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Penambahan pasien covid-19 yang dua bulan belakangan ini naik signifikan menjadi perhatian Pemkot Pangkalpinang.

Selain terus berupaya mencegah penyebaran agar tidak meningkat di tengah masyarakat, usaha menyiapkan ruang karantina untuk para pasien juga menjadi perhatian serius Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang.

Upaya tersebut akhirnya berhasil. Saat ini Pemkot Pangkalpinang menyiapkan Wisma Lembaga Penyamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadi lokasi karantina pasien covid-19 Kota Pangkalpinang.

Dijadwalkan, Jumat (8/1/2021), Wisma LPMP Kepulauan Babel resmi menerima pasien covid-19 Kota Pangkalpinang. Untuk hari pertama ini sebanyak 15 pasien akan masuk karantina di Wisma LPMP Kepulauan Babel.

"Mulai besok kita akan membuka karantina di LMPM Babel. Untuk hari pertama buka ini ada 15 pasien yang akan masuk karantina. Sedangkan kapasitas yang tersedia ada 48 kamar," ujar Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim, kepada babelreview.co.id, Kamis (7/1/2021) malam.

Disebutkan Hakim, karantina adalah suatu proses layanan yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang kepada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19.

"Ini bukti bahwa kita terus berupaya mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan covid-19 ini. Kita sangat berharap lokasi karantina harusnya tidak menjadi pilihan masyarakat. Pilihan utama harusnya kita tetap sehat dan menghindari penyebaran virus covid-19 ini," ungkap Hakim.

Untuk mencegah penyebaran virus covid-19 makin meluas di Kota Pangkalpinang, maka Pemkot Pangkalpinang melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Pangkalpinang menerapkan dan tetap melaksanakan pedoman edisi kelima penanganan covid-19, antara lain berupa isolasi mandiri bagi yang layak, baik itu layak lingkungan maupun layak personal.

"Sehingga isolasi karantina memang hanya bagi yang membutuhkan. Jadi tidak menutup kemungkinan akan tetap terjadi waitinglist, jika yang ingin diisolasi karantina tinggi," ujar Hakim.

Karena itu, kata Hakim, mewakili Pemkot Pangkalpinang, pihaknya meminta dan sangat berharap perhatian masyarakat secara luas untuk bersama menjaga diri dari kemungkinan potensi terkena penyebaran covid-19.

Untuk menghindari virus ini, sudah ada panduannya, yaitu masyarakat harus konsisten dan istiqoma dalam melaksanakan 3M.

"Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun harusnya sudah menjadi budaya baru masyarakat kita. Selain itu tolong hindari kerumunan, jika tidak sangat penting keluar, lebih aman tetap di rumah dan selalu berdo'a," pinta Hakim.

Saat ini, kata Hakim, status Kota Pangkalpinang masuk zona merah. Dalam pedoman yang ada hanya zona merah yang tertinggi.

"Sehingga tidak ada istilah zona hitam seperti persepsi sebagian warga yang berkembang saat ini. Kami meminta masyarakat untuk serius dan fokus mau melaksanakan hidup bersih dan sehat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati," tukas Hakim. (BBR)
Laporan: @hada