Pemkot Pangkalpinang Akan “Bedah” Rumah tidak Layak Huni

kasmirudin
Pemkot Pangkalpinang Akan “Bedah” Rumah tidak Layak Huni
Kepala Disperkim Kota Pangkalpinang, Miego. (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Kota Pangkalpinang, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), akan melaksanakan program pembangunan baru (PB) dan peningkatan kualitas (PK) rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 168 unit. Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN dan APBD Kota Pangkalpinang.

"Kalau dari dana DAK sebanyak 124 unit, sedangkan dari dana APBD sebanyak 44 unit," kata Kepala Disperkim Kota Pangkalpinang, Miego, Rabu (8/7/2020).

Miego menjelaskan, untuk bantuan peningkatan RTLH dari dana DAK, mendapatkan bantuan berupa bahan material sebesar Rp 15 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah dengan swakelola. Sedangkan dari APBD untuk peningkatan kualitas sebesar Rp 44 juta dan pembangunan baru sebesar Rp 67 juta.

"Untuk dana DAK sistem dibuat kelompok, nanti mereka menentukan material yang akan dibutuhkan setiap rumahnya. Kemudian nanti mereka menunjuk toko materialnya," kata Miego.

Ia menyebutkan, syarat untuk mendapatkan program rumah tidak layak huni ini di antaranya kondisi rumah tidak layak huni, tidak memiliki penghasilan tetap dan berpenghasilan rendah.

"Rumah tidak layak huni dijadikan rumah layak huni untuk masyarakat. Jadi masyarakat yang tidak punya penghasilan,  berpenghasilan rendah, dan kondisi fisik rumahnya. Hal ini merupakan program Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan mengentaskan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni ataupun pemukiman kumuh," tutup Miego. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir