Pemkot Pangkalpinang Gencarkan Razia Juru Parkir Liar, Respons Cepat Usai Kasus Penganiayaan Pedagang

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang meningkatkan intensitas razia dan penindakan terhadap juru parkir liar yang meresahkan masyarakat.

Langkah ini merupakan respons cepat terhadap berbagai laporan warga, keluhan di media sosial, serta insiden penganiayaan yang menimpa seorang pedagang di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan Dishub Kota Pangkalpinang, Welly A. Riduan mengatakan antara Dishub, Reskrim Polresta dan Satlantas Polresta Pangkalpinang akan melakukan pengawasan dan penindakan perparkiran di jalan.

“Kami berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan praktik premanisme yang dilakukan oleh juru parkir liar,” ujar Welly, Senin (27/10/2025).

“Jadi kemarin sudah dipetakan untuk pelaksanaan giat sampai 2 bulan kedepan. Insyallah dalam minggu ini kita sudah mulai turun ke lapangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, ada kejadian Seorang pedagang di ATM mengalami patah tulang hidung akibat dianiaya oleh oknum juru parkir. Saat ini, aparat kepolisian Polresta Pangkalpinang tengah memburu pelaku.

Rencana razia ini pun memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar mendukung langkah tegas pemerintah, namun ada juga yang mengkritik kinerja Dishub Pangkalpinang yang dianggap kurang responsif.

– Danang Kim mempertanyakan legalitas parkir tanpa karcis, “Parkir gak ada karcis, dimata hukum gimana?”
– Gandus Mangku Negara berkomentar, “ade kejadian barulah bertindak e.duhh haduhhh,” menyiratkan kekecewaan atas respons yang dianggap lambat.
– Jamal Peratama menambahkan, “Bnyak Ih ngrapek,” yang mengindikasikan maraknya praktik parkir liar yang meresahkan.
– Danang Kim kembali menimpali, “Jadi sekian banyak komentar banyak ya yg gak cocok atau kurang berkenan dengan adanya parkir.”
– Sementara itu, Nazirin Enzi mendukung razia rutin dan penangkapan pelaku, “Razia kalo bisa rutin dan benar benar di tangkap karna meresahkan dan menjadi ladang preman dan narkoba.”

Reaksi netizen ini mencerminkan bahwa masalah parkir liar bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga menyentuh aspek hukum, responsivitas pemerintah, serta potensi masalah sosial.

Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat menindaklanjuti razia ini dengan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *