Pemkot Permudah Izin Investasi

Admin
Pemkot Permudah Izin Investasi
Suhartini Kepala Dinas Penanaman Modal,Ptsp dan Tenaga Kerja

Pangkalpinang, BabelReview.co.id -Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengembangkan perekonomian kota adalah dengan menarik investasi dari luar.Kemudahan – kemudahan dari segi perizinan pun diberikan agar para investor betah menanamankan modalnya di ibu kota Provinsi Bangka Belitung ini.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja, Suhartini. Ia menjelaskan upaya Pemkot Pangkalpinang untuk menarik investasi yakni membuat banyak kemudahan dari segi perizinan yang sesuai dengan aturan. “Kita potong birokrasi yang tidak efektif dan tidak menyulitkan orang banyak. Kita welcome untuk siapa saja yang ingin berinvestasi terutama menyerap tenaga kerja.

Sepanjang itu membuat makmur ekonomi, kita akan bantu. Saya pastikan tidak ada pungutan-pungutan yang tidak sesuai,” kata Suhartini. Suhartini mengatakan, investasi di bidang ritel yang masuk ke Kota Pangkalpinang saat ini adalah Transmart dan minimarket Indomaret. "Untuk Indomaret rencana ada di Pantai Pasir Padi, hanya ada satu toko dan membutuhkan sekitar 7 orang pekerja.

Diharapkan adanya Indomaret dapat menghidupkan ekonomi dan parawisata di Pangkalpinang," katanya. Sementara itu, menurut Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil, rencana kehadiran PT Indomarco Prismatama (Indomaret) di Kota Pangkalpinang masih harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu yang diajukan pemerintah.

"Dari awal sudah dijelaskan,  bahwa Indomaret yang hadir disini belum kita fix izinnya. Tetapi mereka harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang kita kemukakan," ungkap Molen. Menurut Molen, sapaan akrab Maulan Aklil, kehadiran Indomaret di ibu kota Provinsi Bangka Belitung ini tidak boleh mengganggu perekonomian masyarakat kecil.

Karena itu lokasi yang akan digunakan pun sudah ditentukan. “Dan lokasi-lokasi yang sudah kita ploting tidak boleh lebih dari itu, pertama rumah sakit, kedua pelabuhan, ketiga perumahan-peru

mahan, keempat bandara dan kelima Pantai Pasir Padi. Hanya itu saja," kata Molen. Molen menegaskan, perbandingan tenaga kerja juga harus diperhatikan. Peluang untuk tenaga kerja masyarakat lokal harus lebih tinggi dibanding tenaga luar Pangkalpinang.  "Untuk tenaga kerja, kita minta 70 persen harus menyerap tenaga lokal serta harus ada UMKM kita disitu," ujar-nya. (BBR)