Pemprov Babel Akui Tahun 2020 Banyak Tantangan, Hilirisasi Tambang dan Lada Jadi Prioritas

Ahada
Pemprov Babel Akui Tahun 2020 Banyak Tantangan, Hilirisasi Tambang dan Lada Jadi Prioritas
Masyarakat Kabupaten Bangka menggelar demo terkait aktivitas tambang di kawasan Perairan Pantai Matras dan sekitar, di Gedung DPRD Bangka Belitung, Senin (30/12/2019). (Foto: firly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bagi Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan dan kerja keras.

Pasalnya, kondisi perekonomian global yang memprihatinkan dan sejumlah masalah di tingkat lokal harus dijawab sekaligus dituntaskan agar tak menjadi persoalan yang berlarut-larut dan menjadi beban pembangunan.

Menurut Pj Sekda Babel Yulizar Adnan dalam  Pesan Awal Tahun 2020, pihaknya kini terus melakukan berbagai upaya menuntaskan beragam persoalan pembangunan di Kepulauan Bangka Belitung.

“Tentu saja di tahun 2020 kita harus lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kinerja OPD yang sudah baik serta prestasi yang kita capai harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi sehingga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat lebih baik lagi sesuai dengan cita-cita pendiriannya dulu,” ujar Yulizar Kamis (2/1/2020).

Lebih jauh dikatakan Yulizar, ke depan berbagai sektor pembangunan akan menjadi skala prioritas bagi Pemprov Babel untuk lebih ditingkatkan.

Antara lain di bidang pertambangan, akan diupayakan adanya hilirisasi timah industri dan pengelolaan mineral ikutan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal bagi pemasukan daerah.

Pertambangan juga akan dikelola secara lebih baik lagi dengan dilandasi berbagai regulasi maupun penegakan hukum yang jelas dan tegas.

Selain itu untuk mengembalikan kejayaan lada Babel kata Yulizar akan tetap diupayakan adanya pendampingan bagi petani tentang bagaimana cara berkebun yang baik, pemberian bantuan bibit lada unggul dan penyediaan lahan minimal 0,5 hektar masing-masing di kabupaten serta pengaturan pelabuhan pengiriman lada ke luar daerah.

“Kita juga telah bekerja sama dengan UGM dan UBB membuat laboratorium alam pengembangan lada di UPT Pertanian Pelempang Kabupaten Bangka serta akan terus aktif di berbagai forum lada internasional,” papar Yulizar.

Selain itu kata Yulizar, sebagai tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo  ke Pangkalpinang pada Maret 2019 lalu, KEK  Tanjung Kelayang di Belitung akan lebih dioptimalkan sehingga dapat memacu pengembangan pariwisata di Babel.

“Untuk percepatan sektor pariwisata akan ada tambahan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Bangka, yakni KEK Tanjung Gunung dan KEK Pantai Lintas Timur Sungailiat,” tukas Yulizar.

Guna mendukung pembangunan pariwisata dan perekonomian masyarakat ini tentu saja kata Yulizar pihaknya akan terus meningkatkan konektivitas antar pulau maupun akses ke daerah lainnya di luar Babel.

Juga mendukung penuh rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera dan kawasan pelabuhan baru sehingga geliat pariwisata dan perekonomian di Babel semakin meningkat.

Di bidang internal pemerintahan, berbagai kebijakan reformasi birokrasi terus dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar roda pemerintahan dan pelayanan publik semakin memuaskan sesuai dengan semangat UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Apalagi  Pemprov Babel telah mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan sejumlah penghargaan bergengsi dari berbagai lembaga. Untuk lebih meningkatkan percepatan pembangunan, Pemprov Babel juga kata Yulizar akan meningkatkan hubungan kerja sama atau sinergi dengan berbagai lembaga.

“Sinergi ini akan kita tingkatkan, baik dengan kalangan legislatif, yudikatif, pers, organisasi kemasyarakatan,  maupun kalangan swasta dan lembaga lainnya,” imbuh Yulizar.

Khusus kepada seluruh kalangan ASN dan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung Yulizar mengucapkan selamat memasuki tahun baru 2020.

Yulizar juga berpesan agar tetap optimis dan semangat dalam menghadapi tantangan khususnya di bidang ekonomi.

“Kita harus tetap optimis dan semangat. Juga tetap menaruh harapan semoga  kondisi yang kurang menguntungkan di tahun 2019 akan berubah menjadi lebih baik lagi di tahun 2020 ini,” pungkas Yulizar. (Rilis/BBR)