Pemprov Babel Bantah Tak Bantu Pangkalpinang Terkait Penggunaan LPMP Untuk Karantina

Ahada
Pemprov Babel Bantah Tak Bantu Pangkalpinang Terkait Penggunaan LPMP Untuk Karantina

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Angka lonjakan kasus Covid-19 di Ibu kota Provinsi Bangka Belitung, Pangkalpinang terus terjadi dan kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan rilis harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel pada Selasa (5/1/2021) bertambah 21 orang dan Rabu (6/1/2021) bertambah 45 orang terkonfirmasi Covid-19 di Pangkalpinang, sehingga total kasus Covid-19 di kota beribu senyuman itu tembus di angka 1.006 kasus.

Dengan terus bertambahnya kasus di Kota Pangkalpinang dan daerah lain khususnya di Pulau Bangka ini, tentu mengakibatkan tempat-tempat isolasi atau wisma karantina yang disediakan oleh Pemprov Babel penuh.

Karena itu, setiap daerah diminta untuk menyiapkan lokasi atau tempat yang bisa digunakan untuk tempat perawatan orang-orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Begitupun dengan kota Pangkalpinang dengan angka kenaikan kasus yang tinggi, maka Pangkalpinang juga harus memiliki tempat isolasi. Sehingga Orang terkonfirmasi Covid-19 di Pangkalpinang tak perlu melakukan isolasi mandiri, karena peningkatan kasus Covid-19 di Pangkalpinang melonjak naik, diduga banyak masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat hingga daerah.

Rencananya Kota Pangkalpinang, akan kembali membuka LPMP Provinsi Babel sebagai tempat yang akan digunakan untuk merawat Orang terkonfirmasi Covid-19. Tentu rencana tersebut didukung oleh Pemerintah Provinsi Babel, apalagi dua wisma yang disiapkan Pemprov Babel dalam kondisi penuh saat ini.

Karea itu Pemprov Babel menyayangkan statement yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Massagus Hakim yang menyebutkan bahwa Pemprov Babel tidak membantu Pemkot Pangkalpinang dalam hal penyiapan tempat isolasi atau karantina.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung drg Mulyono. Ia menyebutkan selama ini Pemprov Babel senantiasa maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat Bangka Belitung yang terpapar Covid-19.

Hanya saja terkait dengan masalah ini, dirinya menuturkan pihaknya tak pernah merasa menerima permintaan Pemkot Pangkalpinang, perihal keinginan mereka menggunakan LPMP sebagai tempat isolasi.

"Kami tidak pernah mendapat atau menerima permintaan apapun dari pihak dinas atau pihak manapun seperti yang disampaikan. Sehingga bagaimana kami tidak membantu," katanya kepada awak media, di Kantor Gubernur, Rabu (6/1/2021).

Padahal selama ini, menurutnya Pemrov Babel telah melakukan upaya pelayanan maksimal kepada masyarakat termasuk Kota Pangkalpinang.

"Kami tidak pernah menolak siapapun dan dari manapun, bahkan ini paling banyak justru dari Pangkalpinang. Jadi sebenarnya kita sudah berbuat juga untuk Pangkalpinang, termasuk bagaimana semua kasus konfirmasi juga dari Labkesda Babel yang melakukan pemeriksaan," kata drg Mulyono.

Untuk itu, dirinya berharap statement yang menyebutkan Pemprov Babel tidak memberikan bantuan dapat diluruskan.

"Kita semua memiliki satu tujuan yang sama yakni mengatasi Covid-19 agar segera berakhir. Tidak mungkin Pemprov Babel meninggalkan dan tidak membantu kota Pangkalpinang, bahkan Rumah Sakit Pangkalpinang kita jadikan sebagai rumah sakit rujukan, karena kita tahu etalase Babel ini ya Pangkalpinang. Jadi kita ingin juga kemajuan di bidang kesehatannya," ujarnya. (BBR)
Laporan: diko s