Pemprov Babel bersama Dekranasda, BI, Bersinergi Perkuat IKM Tenun Cual

Kasmirudin
Pemprov Babel bersama Dekranasda, BI, Bersinergi Perkuat IKM Tenun Cual
Dekranasda Babel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel dan Bank Indonesia (BI) Cabang Babel serta Disperindag Bangka Barat bersinergi melakukan penguatan pelaku kelompok usaha IKM tenun cual di Bangka Barat, Rabu (10/2/2021). (Foto: Disperindag Babel)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam upaya memperkuat binaan IKM tenun cual, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dekranasda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel dan Bank Indonesia (BI) Cabang Babel serta Disperindag Bangka Barat bersinergi melakukan penguatan pelaku kelompok usaha IKM tenun cual.

Penguatan IKM tenun cual yang diinisiasi oleh empat intansi itu dibungkus dalam kegiatan Koordinasi dan Monev Progress Kelompok Tenun Cual, dan BI Monitoring On The Spot dalam rangka revitalisasi alat dan pelatihan alat tenun bukan mesin pada Rabu (10/2/2021) pagi di Kelompok Usaha Bersama Bunda Cempaka, Kelurahan Sungai Baru, Montok, Bangka Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel sekaligus Ketua Harian Dekranasda Prov Sunardi menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan proses pembinaan terhadap pelaku IKM dan UMKM di Babel, salah satunya IKM tenun cual di Kabupaten Bangka Barat.

Pembinaan dan pelatihan IKM sudah menjadi program pemerintah. Oleh karena itu pemerintah menginginkan semua IKM produktif dalam melakukan kegiatanya dan pro aktif dalam meningkatkan produknya.

“Pemerintah menginginkan semua IKM Harus produktif. Harus produktif tumbuh berkembang, agar sinergi atara pemerintah dan pelaku IKM. Keinginan Gubernur Babel harus ada pendampingan-pendampingan para IKM,  dan bukan dari pemerintah saja melainkan dari lembaga lainya, misalnya Bank Indonesia," tuturnya.

Mengenai kemasan suatu produk, Dinas Perindag melalui UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel ada kegiatan cetak, tujuannya untuk menjadi daya tarik para pembeli, selain itu ada  ada proses pendampingan permodalan melalui program KUR.

"Oleh karenanya jika ada hal-hal yang ingin disampaikan mari kita bisa berdiskusi.Proses pendampingan mulai permodalan melalui KUR, kegiatan magang dan kemasan," ujarnya.

Kabid Perindustrian Dinas Koperasi,UKMPerindag Bangka Barat, Agus Setiadi, meminta kegiatan ini dapat berkelanjutan dan apa yang telah diberikan dapat bermanfaat sehingga IKM tenun cual menjadi lebih baik lagi produksinya.

Sementara itu, Wili Saepudin Konsultan UMKM Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Babel menuturkan pertemuan ini dari hasil FGD, yang hasilnya akan mengagendakan pelatihan industri atau pendampingan dengan mengundang pelatih/narasumber terkait revitalisasi alat tenun cual dan bahan tenun dan pewarnaaan yang di rencanakan pada bulan Maret.

  • Halaman
  • 1
  • 2