Pemprov Babel Sedang Berupaya Mengajukan Penutupan Bandara, Gubernur: Kita Harus Taat Aturan

Ahada
Pemprov Babel Sedang Berupaya Mengajukan Penutupan Bandara, Gubernur: Kita Harus Taat Aturan
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman. (Dok)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bagi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, keselamatan jiwa masyarakat Babel adalah nomor satu. Pasalnya, sejak dua minggu belakang ini, segala usaha dan upaya dilakukan Pemprov Bangka Belitung dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona. Prioritas saat ini adalah jangan sampai virus mematikan tersebut masuk ke Bangka Belitung.


Menyikapi strategi dan program pencegahan virus corona ini telah disampaikan gubernur kepada para bupati dan walikota serta seluruh stakeholder. Termasuk adanya rencana dan keinginan menutup pintu masuk bandara dan pelabuhan.


Namun karena kewenangan menutup bandara dan pelabuhan ini adalah kewenangan pusat melaui Kementerian Perhubungn RI,  maka upaya dan keinginan segera mentup bandara tersebut, tentu tidak bisa serta merta dilakukan. Pemprov terus berusaha menjelaskan kepada Kemendagri dan Kemenhub RI, agar keinginan masyarakat Babel ini bisa segera diwujudkan.


"Tentu kita ingin sekali melindungi masyarakat Babel ini dari virus corona. Upaya ini masih terus kita lakukan ke pusat. Dan persoalan penutupan Bandara ini juga harus melihat yang lain. Misalnya bagaimana dengan warga Babel yang mau pulang. Tentu mereka juga ketakutan dan cemas jika bandara langsung ditutup. Belum lagi jika kita bicara soal sembako yang sebagian besar harus didatangkan dari luar," jelas Gubernur Babel Erzaldi Rosman.


Diakui Gubernur Erzaldi, jauh sebelum heboh Surat Walikota Pangkalpinang yang mendukung penutupan Bandara Depati Amir ini, Pemprov Babel sudah menjadikan Bandara ini sebagai salah satu prioritas kebijakan Pemprov Babel dalam melawan wabah corona.


Gubernur berterimakasih terhadap dukungan Walikota Pangkalpinang. Namun Ia menyayangkan surat tersebut belum sampai ke Pemprov Babel, justru sudah tersebar secara luas ke publik. Jika sudah seperti ini siapa yang bertanggungjawab dengan tersebarnya surat ini di media sosial, yang akhirnya justru menjadi polemik di tengah masyarakat.


Namun  demikian, Gubernur meminta seluruh warga Babel yang di luar maupun di Babel jangan panik. 
"Tidak bisa serta merta bandara dan pelabuhan ditutup, semua ada prosedurnya. Hal ini menjadi kewenangan pusat,” tukasnya.


Gubernur Erzaldi meyakinkan kepada masyarakat, bahwa dirinya sebagai Kepala Daerah Tingkat I bersama seluruh Kepala Daerah Tingkat II di Babel tetap akan berusaha melakukan yang terbaik untuk warga Bangka Belitung. Hanya saja, kata Gubernur, semua kebijakan dan program yang diambil harus sesuai aturan dan mekanisme.


Sementara itu, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Syahril mengatakan terkait mengenai penutupan arus bandara baru bisa dilakukan atas instruksi atau surat dari Menteri Perhubungan dan tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).


" Pemda gak bisa wewenang untuk menutup bandara, pemda harus terlebih dahulu mengajukan ke Kementrian Perhubungan dan surat untuk penutupan bandara harus dikeluarkan langsung oleh Kementrian Perhubungan sesuai dgn Surat nomor : HK.104/3/1/DRJU.KUM-2020 Perihal penutupan Bandar udara/ pembatasan penerbangan tanggal 24 Maret 2020," katanya.


Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah hanya bisa menyampaikan permohonan kepada Kemenhub untuk melakukan penutupan itu, selebihnya menjadi otoritas Kemenhub. Lebih jauh, Syahril menuturkan setiap bandara berkaitan dengan satu bandara ke bandara lain yang ada di Indonesia, sehingga sulit jika ada satu saja bandara yang tidak beroperasi karana akan berpengaruh terhadap penerbangan.


" Bandara Depati Amir, bisa jadi Bandara Alternatif (Alternate Aerodrome) untuk pesawat-pesawat yang bermasalah saat terbang, jika bandara kita tutup dan masih ada pesawat bandara yang terbang Ia tidak bisa mendarat dan berbahaya dengan penerbangan," ungkapnya. (BBR)