Pendaftaran HAKI Logo Bisa Disengketakan, Begini Penjelasan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham

faisal
Pendaftaran HAKI Logo Bisa Disengketakan, Begini Penjelasan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham
DJKI Kemenkumham Republik Indonesia

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Merek yang telah resmi memiliki HAKI (Hak Atas Kekayaan intelektual) sudah memiliki kekuatan hukum. Artinya sudah dapat mengajukan tuntutan melalui pengadilan jika ada orang lain yang menggunakan merek Anda, hal ini tertuang dalam UU 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Namun jika ada orang lain yang keberatan dan mengklaim sebagai pembuat merek, bisa namun dengan beberapa hal yang bisa dilakukan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia, Irma yang mengatakan kalau permohonan pengajuan keberatan bisa dilakukan sebelum sertifikat merek dikeluarkan.

"Pengajuan permohonan keberatan bisa dilakukan sebelum sertifikat merek dikeluarkan, dalam kondisi ini Dirjen Kekekayaan Intelektual memberikan pengumuman selama 2 bulan dalam Berita Resmi Merek. Informasi ini diterbitkan secara berkala. dalam jangka waktu tersebut, pemohon yang merasa keberatan harus mengajukan alasan yang tepat dengan bukti yang cukup," ujarnya kepada Babelreview melalui via telepon, Senin (25/5/2020).

Irma menjelaskan, dasar keberatan yang dikeluarkan untuk membuktikan karya intelektualnya harus kuat dan tepat seperti saksi dari orang atau pembuat logo tersebut, file-file mentah atau dasar-dasar dari pembuatan logo, bukti komunikasi dengan pembuat logo dan bukti lainya agar merek yang dimohonkan pendaftarannya oleh orang lain tidak dapat didaftarkan dan harus ditolak.

"Dalam pendaftaran merek ataupun logo di DJKI, orang yang dihitung mendapatkan perlindungan adalah orang yang pertama kali mendaftarkan, namun bila ada indikasi penyalahgunaan atau niatan tidak baik dengan mendaftarkan merk yang bukan karyanya, bisa diajukan keberatan dengan mengajukan permohonan keberatan,"terangnya

Ia menerangkan, pengajuan HAKI Logo atau merk inikan memakan waktu yang lama  dan melewati berbagai tahapan proses, pertama verifikasi kelengkepan berkas dokumen, kedua publikasi yang dilaksanakan selama 2 bulan, nah ditahapan inilah orang yang merasa logo ini ciptaanya bisa mengajukan permohonan keberatan dengan didasari bukti-bukti yang kuat.

"Proses saat masuk tahapan publikasi, pengajuan keberatan bisa dilakukan dengan melayangkan surat bisa secara online melalui www.dgip.go.id kemudian pilih pengajuan keberatan dengan melampirkan surat keberatan dan bukti dari logo yang sedang masuk daftar antrian,"pungkasnya


Penulis  : Faisal

Editor    : Admin03

Sumber : Babel Review