Penebangan Pohon yang Dilakukan PLN Dinilai tidak Sesuai Estetika

kasmirudin
Penebangan Pohon yang Dilakukan PLN Dinilai tidak Sesuai Estetika
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Pangkalpinang, Miego, saat rapat bersama PLN Wilayah Bangka, Senin (11/5/2020). (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Pangkalpinang, Miego menyebutkan pemangkasan pohon yang dilakukan UP3 PLN Babel tidak sesuai estetika.

"Penebangan pohon diatur dalam Perda No. 13 Tahun 2019 tentang penebangan pohon dan juga Perda No. 7 Tahun 2019 tentang penyelenggaran ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Disana mengatur etika pemangkasan pohon itu," kata Miego dalam rapat bersama pihak PLN Babel, di ruang rapat kantor Walikota Pangkalpinang, Senin (11/5/2020).

Miego menjelaskan, memang pihak PLN mengirim surat pada tanggal 5 Mei 2020, namun belum ada surat balasan atau izin dari Disperkim.

"Memang surat sudah dikirim, tapi tidak harus besok atau lusa ditebang. Penebangan ini tidak ada izin dan tidak sesuai estetikanya," kata Miego.

Ia mengatakan, Disperkim Kota Pangkalpinang selalu mempertahankan ekstetika dalam melakukan penanaman dan perawatan pohon di Kota Pangkalpinang. 

"Kami rasa kedepan kita harus berkoordinasi, sehingga memudahkan kita. Karena wajar PLN bukan pemeliharaan pohon tapi pemeliharaan jaringan," sebutnya. (BBR)

 


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir