Pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Bangka Belitung Harus Konsisten

Ibnuwasisto
Pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Bangka Belitung Harus Konsisten
Tia Listari, Mahasiswa SAS IAIN Bangka Belitung Jurusan Perbankan Syariah. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melakukan terobosan baru guna meningkatkan pemasukan. Salah satunya dengan memanfaatkan sektor pariwisata yang memang sangat terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga diluar Indonesia.

Walaupun daerah Bangka Belitung terkenal dengan daerah sektor pertambangan akan tetapi Bangka Belitung juga diketahui memiliki destinasi wisata yang sangat mempuni. Rilisnya film laskar pelangi beberapa waktu lalu membuat pariwisata Bangka Belitung menjadi sangat terkenal dan mampu menarik minat para wisatawan untuk datang , tidak hanya dari Indonesia tetapi juga luar negeri.

Tidak hanya itu, perpaduan antara suku Melayu dan Tionghoa yang begitu rukun serta jajanan kuliner yang enak dan khas menambah daya tarik dan nilai plus untuk wilayah Bangka Belitung. Untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah destinasi wisata yang professional tentu pemerintah sudah memikirkan cara untuk mewujudkan hal tersebut.

Salah satu terobosan dan langkah besar yang dilakukan pemerintah adalah dengan penetapan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia saat kunjungan kebangka Belitung beberapa waktu lalu bahwa Bangka Belitung harus beralih dari sektor penambangan ke sektor kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Selain untuk meningkatkan pedapatan daerah, KEK pariwisata juga diprediksi akan menyerap tenaga kerja secara optimal.oleh karena itu pemerintah diharuskan focus dan konsisten terhadap terobosan ini.

Setelah sebelumnya pemerintah berhasil membuat Tanjung Kalayang sebagai KEK pariwisata Belitung yang terhitung mampu meningkatkan pemasukan yg cukup besar.

Saat ini juga Dewan Nasional KEK sedang mengkaji 2 wilayah dibangka Belitung yang juga akan dijadikan KEK wisata Bangka Belitung yaitu KEK Sungailiat yang terhitung mulai dari pantai Rambak, Teluk Uber, Tanjung Pesona, Pantai Tikus dan Pantai Rebo dan juga KEK tanjung gunung di Bangka Tengah. Diprediksi 2 wilayah KEK pariwisata Bangka Belitung ini akan menyerap investasi yang sangat besar. Karena seperti yang diketahui bahwa Rencana KEK yang akan digarap disungailiat dan tanjung gunung adalah pariwisata, Akomodasi, entertainment, komersial serta residential.

Untuk mendukung rencana besar pemerintah tersebut, tentu pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang dapat mempermudah dan mempelancar terobosan yang dilakukan itu. Beberapa hal yang sudah dilakukan pemerintah antaranya dengan melakukan pengembangan terhadap Bandara Depati Amir yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke Provinsi Bangka Belitung, selain itu pemerintah juga sudah mempermudah jalan masuk investor dengan menerbitkan kebijakan system perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, Online single Submission (OSS) yang diterapkan diKEK.

Dengan apa yang sudah direncanakan pemerintah, diharapkan pemerintah terus konsisten dan focus guna menjadikan Bangka Belitung sebagai daerah wisata yang professional. Dengan diterapkan KEK dapat mengalihkan ketergantungan ekonomi masyarakat dari pertambangan kepariwisata. Pemerintah juga harus bisa mengatasi berbagai permasalahan yang muncul dari pengembangan KEK terutama dengan pihak yang bergerak disektor pertambangan. Harus ada pendekatan dan komunikasi yang baik agar sector pertambangan tetap bisa berjalan tanpa harus menghambat perkembangan KEK.

Dengan telah dilakukan terobosan KEK pariwisata Bangka Belitung dipastikan akan mampu marik nilai investasi yang sangat fantastis dan meningkatkan wisatawan dengan nilai ekonomi hingga puluhan miliar rupiah. Dukungan masyarakat dan semua pihak sangat dibutuhkan untuk keberhasilan rencana pemerintah prov.kep.Bangka Belitung ini.

Penulis : Tia Listari

Mahasiswa IAIN SAS BANGKA BELITUNG JURUSAN PERBANKAN SYARIAH


Editor : 

Sumber : Babel Review