JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) periode 2025–2030, Dr. Teguh Santosa, resmi mengukuhkan kepengurusan pusat yang baru dalam acara yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dalam formasi kepengurusan periode ini, Dr. Rahiman Dani ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal JMSI Pusat, sementara Dahlan Iskan dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina, dan Hendry Ch. Bangun bergabung sebagai Dewan Pakar.
Kehadiran tiga figur ini menjadi fondasi strategis bagi penguatan organisasi dan arah kebijakan JMSI lima tahun mendatang.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).
Dalam sambutannya, Dr. Teguh Santosa menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya bukanlah pilihan pribadi, melainkan mandat kolektif anggota JMSI seluruh Indonesia.
Ia mengaku sebenarnya ingin menuntaskan pengabdian lima tahun pertama dan beristirahat setelah pondasi organisasi terbentuk dari Sabang hingga Merauke.
Namun, desakan para anggota membuatnya kembali menerima amanah, dengan syarat adanya komitmen kuat untuk mempersiapkan regenerasi pada periode berikutnya.
“Saya sudah meminta izin untuk beristirahat setelah lima tahun pertama. Pondasi organisasi sudah terbentuk dari Sabang sampai Merauke. Namun teman-teman tetap meminta saya melanjutkan,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.
Teguh menyebut, jaringan JMSI telah berkembang pesat dan kini beranggotakan sekitar 900 perusahaan media siber dari Sabang sampai Merauke.
Ia menegaskan, anggota JMSI adalah perusahaan media, bukan individu, sementara para pengurus berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk akademisi, birokrat, hingga arsitek.
Lebih jauh Teguh menjelaskan, bahwa JMSI kini memiliki lebih dari 900 anggota perusahaan media siber yang seluruhnya berbadan hukum.
Melalui sistem pemeringkatan internal berbentuk “bintang”, lebih dari separuh anggotanya telah mencapai status bintang tiga (terverifikasi administrasi) dan bintang empat (terverifikasi faktual) oleh Dewan Pers.
Struktur keanggotaan berbasis perusahaan, bukan individu, membuat JMSI menjadi wadah inklusif yang menaungi beragam latar belakang pengurus, mulai dari profesional pers, akademisi, hingga birokrat.
Teguh menekankan bahwa tantangan utama JMSI ke depan bukan hanya menjaga kualitas jurnalisme digital, agar tetap adaptif, produktif, dan jauh dari hoaks, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha perusahaan pers.
Menurutnya, profesionalitas wartawan hanya dapat tumbuh di dalam perusahaan media yang sehat dan berkelanjutan.
Karena itu, JMSI periode 2025–2030 akan fokus memperluas ekosistem bisnis, termasuk menjajaki kolaborasi strategis dengan Kadin.
Selain itu, sejumlah anggota JMSI juga telah bergabung dengan jaringan ProMedia, sebagai bentuk penguatan jejaring usaha.
Ia menegaskan bahwa JMSI tidak ingin melihat bisnis media sebatas “bisnis rilis”, tetapi harus mendorong lahirnya entrepreneurship yang menopang independensi redaksi.
“Jurnalisme adalah napas kita, tetapi keberlanjutan perusahaan media juga harus dijaga dengan cara-cara yang benar,” tegas Teguh.
Pengurus Baru JMSI Resmi Dikukuhkan: 900 Media Siber Siap Perkuat Ekosistem Digital












