Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Saat Pandemi Covid-19

Irwan
Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Saat Pandemi Covid-19

Penulis: Eqi Fitri Marehan (Tenaga Pendidik UPTD SD Negeri 15 Sungailiat)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Desember 2020 menggenapi masa setahun sesudah Covid-19 ditemukan. Dengan waktu yang relatif singkat, para pakar terus melakukan analisis mendalam tentang berbagai aspek penyakit yang disebabkan virus Corona SARS-CoV-2 ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1 Desember 2020 menyampaikan perkembangan mutakhir bagaimana pola penyebaran penyakit yang menyebabkan pandemi terbesar selama kita hidup.

Ketika dunia pendidikan digoncangkan dengan pandemi Covid-19, semua orang membatasi perjumpaan dengan keluarga, rekan, dan kerabat. Mereka diimbau memindahkan aktivitasnya di rumah, seperti sekolah dan bekerja.

Namun, hal ini sulit dilakukan bagi para siswa sekolah dasar. Pasalnya, sekolah tetap melangsungkan pembelajaran tatap muka di kelas. Kekhawatiran tertular Covid-19 itu pasti ada, tapi dengan keyakinan yang kuat dan penerapan protokol kesehatan, maka diharapkan semua aktivitas sekolah bisa baik-baik saja.

Menuju adaptasi pendidikan di era new normal ini masing-masing sekolah atau madrasah harus mulai berbenah diri menyiapkan diri dalam penyelenggaraan pendidikan di era new normal. Apalagi sekarang musimnya masuk tahun ajaran 2021 yakni yang kita ketahui bahwa anak - sekolah dasar serta madrasah akan menghadapi  pembelajaran semester 2.

Penyelenggaraan pembelajaran di sekolah/madrasah tetap harus memperhatikan protokol kesehatan di mana pada prinsipnya menghindari kerumunan dan harus membiasakan hidup sehat. Untuk itu mungkin tepat kiranya ide yang diusulkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam perumusan protokol new normal di sekolah, untuk memperpendek jam pelajaran menjadi 4 jam belajar dan menghilangkan jam istirahat.

Menjadi kekhawatiran orang tua di antaranya adalah pelaksanaan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Misalnya, penerapan jarak sosial. Di sejumlah sekolah aturan ini berpotensi sulit dilakukan. Hal itu karena jumlah siswa per kelas bisa mencapai puluhan.

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3