Penumpang Pesawat di Bandara Depati Amir Mulai Meningkat, M. Syahril : Tak Memenuhi Syarat, Tak Boleh Terbang

kasmirudin
Penumpang Pesawat di Bandara Depati Amir Mulai Meningkat, M. Syahril : Tak Memenuhi Syarat, Tak Boleh Terbang
General Manager Bandara Depati Amir Pangkalpinang, M. Syahril. (Foto: Fierly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- General Manager Bandara Depati Amir Pangkalpinang, M. Syahril membenarkan adanya lonjakan penumpang pesawat terbang, usai dibukanya kembali akses tranportasi udara bagi penumpang terkhusus di Bandara Depati Amir.

"hari ini adalah kali ketiga operasional bandara untuk pesawat yang membawa penumpang dan kita akui memang ada lonjakan penumpang. Pada hari pertama pada Minggu lalu penerbangan kita hanya 37 orang, lalu pada hari Selasa masih 30-an orang, tapi hari ini ada peningkatan sekitar 80-an penumpang," kata Syahril kepada awak media, Jumat (15/5/2020).

Namun tak perlu khawatir, Syahril mengatakan, pihaknya akan berpedoman kepada surat Dirjen Perhubungan yang membatasi maskapai hanya boleh membawa penumpang tidak lebih dari 50 persen dari jumlah maksimal seat yang tersedia.

"Untuk tetap menerapkan phisically distancing, akan ada pembatasan penumpang di pesawat maksimal hanya boleh setengah dari seat yang tersedia. Jika ada pelanggaran oleh pihak airline, kami akan melaporkannya ke regulator yakni otoritas bandara," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia membeberkan meski ada lonjakan penumpang di Bandara Depati amir, tapi tak semuanya bisa terbang. Karena ada beberapa yang tak memenuhi kriteria.

"Kita sudah dirikan posko, di sana kita akan memverifikasi surat tugas/surat keterangan dari calon penumpang, selain itu juga ada verifikasi surat keterangan rapid test oleh KKP," katanya.

Menurut Syahril, ada beberapa penumpang yang tidak diizinkan untuk terbang. Karena tidak lengkap syarat-syaratnya, ada yang tidak bisa menunjukkan surat tugasnya atau surat keterangan rapid test dan ada juga yang surat keterangan rapid test non reaktif yang sudah expired.

Terkait dengan syarat-syarat tersebut, Syahril menjelaskan sebenarnya para penumpang sudah ada kewajiban dari maskapai untuk memenuhi syarat-syarat tersebut sebelum membeli tiket.

"Sudah ada kewajiban dari pihak maskapai sebelum penumpang membeli tiket, mereka harus memenuhi syarat-syaratnya terlebih dahulu," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Diko Subadya

Editor   : Kasmir