Penyuluh Pertanian Bangka Selatan Dirumahkan, Petani Ini Beri Pesan Menyentuh

Irwan
Penyuluh Pertanian Bangka Selatan Dirumahkan, Petani Ini Beri Pesan Menyentuh

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID - Pemkab Bangka Selatan melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) merumahkan pegawai non PNS mulai 5 Januari 2021 hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut tertera dalam nota dinas DPPP Basel untuk menindaklanjuti surat edaran Bupati Basel tentang penataan kebutuhan pegawai non PNS.

Hal ini pun menuai respon dan sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, terutama para petani di Basel karena pegawai non PNS yang dirumahkan termasuk Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selama ini menjadi sahabat karena banyak berjasa membantu para petani.

Wujud solidaritas yang dilakukan oleh para petani yakni memasang tulisan yang bertuliskan "Tolong Pak Bupati jangan rumahkan PPL kami. Dia (PPL-red) adalah ujung tombak kami, dia adalah guru petani kami. Jangan patahkan kami para petani yang lagi semangat".

Pesan menyentuh ini dipasang di sebuah kebun warga. Akun facebook Putu Sur Yadi membagikan foto tersebut dan telah mendapat jumlah penyuka sebanyak 31, 23 komentar, dan tiga kali dibagikan.

Saat dikonfirmasi, Putu Sur Yadi mengakui bahwa banyak kerugian yang dirasakan petani jika PPL dirumahkan.

"PPL adalah guru kami, dia yang mengajari kami bertani yang baik hingga hasilnya memuaskan," ungkap Putu Sur Yadi, Selasa (5/1/2020).

Dirinya meminta, supaya PPL tidak dirumahkan karena petani sangat membutuhkan peran PPL tersebut.

Terpisah, Kepala DPPP Basel Suhadi menjelaskan bahwa PPL bukan dipecat, melainkan dirumahkan sementara.

"Seluruh pegawai honor dirumahkan dulu, itu bukan kebijakan dinas tapi dari Pemkab Basel," ujar Suhadi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, keputusan merumahkan pegawai honor tersebut sesuai dengan surat edaran bupati.

"Dinas sendiri menyayangkan hal tersebut karena DPPP masih kekurangan pegawai. Terus ada kebijakan seperti ini kami tidak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan mereka," katanya.

Suhadi mengatakan, meski dirumahkan sementara, masih ada harapan bagi PPL untuk bekerja lagi dan akan tetap diperjuangkan. (BBR)

Laporan: Andre

Editor: Irwan