Peraih Indonesia Girl 2018 Ini "Ngupi dan Bekisah" Bersama Wagub Babel di Hutan Mangrove

kasmirudin
Peraih Indonesia Girl 2018 Ini
Gracella Angellyca bersama Wagub Babel Abdul Fattah, ikut acara "Ngupi dan Bekisah" bareng bersama Forum DAS Babel di Hutan Mangrove Munjang Desa Kurau Barat, Bangka Tengah Provinsi Babel, Sabtu (28/7/2018). (Ist)

BANGKATENGAH, BABELREVIEW -- Rasa lelah dan penat berubah senyuman serta decak kagum, saat Gracella Angellyca memasuki hutan mangrove yang dikelola Gempa (generasi muda pecinta alam) 01 Desa Kurau Barat Kecamatan Namang Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Betapa tidak, air yang jernih dengan warna kecoklatan, berpagar rimbunnya pohon mangrove dan jenis lainnya, hingga liukan aliran sungai yang deras, telah membawa gadis tinggi semampai ini seolah lupa dengan aktivitas yang seabrek sebagai peraih Indonesia Girl 2018.

Belum lagi saat memasuki bagian dalam hutan mangrove, binatang-binatang yang jarang terlihat seperti ular dengan warna yang khas, burung-burung, jenis kera terkadang  menyambut siapapun yang sedang mengarungi dinginnya air di hutan Mangrove Munjang Kurau Barat ini.

Kedatangan Grace sapaan akrab peraih Indonesia Girl 2018 ini, guna memenuhi undangan acara "Ngupi dan Bekisah" dengan tema Merawat Air Merawat Kehidupan, bersama Wakil Gubernur Babel Abdul Fattah dan Ketua Forum DAS Babel Fadillah Sabri, Sabtu (28/7/2018) sore.

"Saya sangat senang bisa diundang dalam acara "Ngupi dan Bekisah" bareng Pak Wakil Gubernur Babel dan Forum DAS Babel. Sambil bekisah, kita bisa menikmati indahnya hutan Mangrove Munjang di Kurau Barat ini," ujar gadis berkulit putih ini.

Sebagai peraih Indonesia Girl 2018, Grace merasa terpanggil untuk mengajak masyarakat ikut melestarikan hutan mangrove. Apalagi, sebagian besar wilayah pesisir Bangka Belitung juga banyak ditumbuhi hutan mangrove. Salah satunya hutan mangrove di Desa Kurau Barat dan Kurau Timur, yang memagari desa ini dari hempasan gelombang laut lepas.

Menurut Grace, secara keseluruhan hutan mangrove sebagai sumber daya alam daerah tropis memiliki banyak manfaat, baik secara sosial, ekonomi, maupun ekologi.

Mengingat besarnya manfaat hutan mangrove inilah, siswi kelas XII SMKN 1 Pangkalanbaru Bangka Tengah ini mengajak seluruh elemen masyarakat di Babel tanpa terkecuali untuk berperan dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove.

"Sebagai generasi muda, saya berharap pemerintah dan semua elemen masyarakat bekerjasama dalam melestarikan lingkungan, termasuk hutan mangrove ini. Apalagi jika pemerintah memiliki program ekowisata mangrove, tentu hal ini  bisa menjadi program terpadu mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi di kawasan pesisir Bangka Belitung," papar Grace. (BBR)


 

Penulis : Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview