Peran Jurnalis Dalam Kesuksesan Program KKBPK

kasmirudin
Peran Jurnalis Dalam Kesuksesan Program KKBPK
BKKBN Perwakilan Provinsi Bangka Belitung menggelar kegiatan bersama jurnalis yang tergabung didalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Bangka Belitung, Rabu (21/8/2019). (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- BKKBN Perwakilan Provinsi Bangka Belitung menggelar kegiatan bersama jurnalis yang tergabung didalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Bangka Belitung, Rabu (21/8/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan Forum Kordinasi Kehumasan Program Kependudukan keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.

Kegiatan ini merupakan bentuk Sinergitas yang baik antara BKKBN, dengan teman-teman jurnalis yang ada di Bangka Belitung.

Seperti yang disampaikan Kepala BKKBN Perwakilan Babel, Etna Estelita bahwa kesuksesan program KKBPK tidak lepas dari andil awak media yang bisa bekerja sama dengan baik bersama BKKBN Provinsi Bangka Belitung.

"Saya sebenarnya bersyukur sekali dengan kawan-kawan media, baik cetak atau elektronik. Karena  teman-temanlah yang sangat kami harapkan dapat mendukung program KKBPK dan berhasilnya program KKBPK ini, tidak lepas dari peran para jurnalis," katanya kepada awak media yang hadir.

Namun untuk kedepan, Etna menginginkan sinergi yang lebih erat lagi antara jurnalis dengan BKKBN terutama mengenai isu-isu terbaru yang dapat berpengaruh terhadap Program KKBPK Ini.

"Nah, kedepan kepada Ikatan Penulis Keluarga Berencana ini saya berharap secara berkala dapat menulis tentang program KKBPK ini. Saya berharap kita ini semakin bersinergi seluruhnya antara BKKBN dan teman-teman jurnalis dengan membuat suatu terobosan atau  inovasi," ujarnya.

Sebagai Contoh, Etna menjelaskan BKKBN bersama jurnalis bisa saja membuat tulisan dalam menyikapi 4.0. Karena menurutnya. pengaruh 4.0 ini sangat tinggi kepada keluarga. Sementara orangtua berharap anak-anak lahir dari keluarga yang berkualitas.

"Itu menjadi harapan BKKBN, sebenarnya 4.0 sangat bermanfaat sekali. Karena dapat meningkatkan akses antara orng tua dan anak, sebab bisa berkomunikasi dengan mudah, tapi dampaknya juga bahaya karena anak bisa introvert akibat sibuk dengan dunianya sendiri. Sehingga ini tidak ada komunikasi antar orang tua dan anak," jelasnya.

Lanjut ia berharap, kedepannya Bangka Belitung bisa fokus kepada pembangunan keluarga, karena dari segi aspek KB-nya pelayanan sudah bagus dan sudah mendekati penduduk tumbuh seimbang 2.1.

"Sekarang kita ada di 2,25, semoga dalam beberapa tahun kedepan mungkin sudah bisa 2.1," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review