Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021 Melalui Desa

Kasmirudin
Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021 Melalui Desa
Fahmi Prayoga.

CORONA Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar. Sehingga berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 telah diprioritaskan untuk penanganan COVID-19. Kegiatannya berupa Desa Tanggap Covid 19, Padat Karya Tunai Desa, dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Selanjutnya, untuk memperkuat adaptasi kebiasaan baru dan pemulihan ekonomi di desa.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada tahun 2021 mengarahkan untuk penggunaan dana desa tetap pada jaring pengaman sosial, Desa Aman COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang mencakup sektor strategis nasional. Sektor strategis nasional yang dimaksud adalah sarana/prasarana energi, sarana/prasarana komunikasi, sarana/prasarana pariwisata, pencegahan stunting, dan juga pengembangan desa inklusif.

Penggunaan dana desa harus tetap mengutamakan beberapa prinsip dalam hal mengatur prioritasnya. Pertama, Prinsip kemanusiaan, yang bermakna bahwa dana desa harus mengutamakan hak-hak dasar, harkat, dan martabat manusia. Kedua, Prinsip Keadilan, yang mana dana desa perlu mengutamakan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh warga desa tanpa membeda-bedakan. Ketiga, Prinsip Kebhinekaan yang merupakan sebuah pengakuan dan penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kearifan local sebagai pembentuk kesalehan sosial berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan universal, selain itu penggunaan dana desa juga tetap menggunakan prinsip memperhatikan keseimbangan alam dan mengutamakan kepentingan nasional.

Prioritas di 2021 untuk penggunaan dana desa adalah untuk pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan kewenangan desa. Yang mana beberapa hal tersebut di antaranya adalah dengan pembentukan/pengembangan serta revitalisasi badan usaha miliki desa dan badan usaha milik desa bersama. Selain itu desa juga bisa melakukan penyediaan listrik di desa dengan pembangkit listrik tenaga matahari, angin, biodiesel dan lain sebagainya. Dan kemudian tentu saja desa dapat melaksanakan pemulihan ekonomi melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Dengan adanya penggunaan dana desa tahun 2021 yang diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi ini diharapkan mampu mengangkat dan menjadi akselerator bagi pemulihan keseimbangan roda ekonomi di Indonesia yang bersumber dari desa. (BBR)


Penulis : Fahmi Prayoga (Peneliti dan Analis Kebijakan Publik

 SmartID Insitute for Development and Governance Studies)

Editor   : Kasmir