Peringati Hari Bakau Sedunia DLH Babel Tanam 5.000 Bibit Bakau

kasmirudin
Peringati Hari Bakau Sedunia DLH Babel Tanam 5.000 Bibit Bakau
Kegiatan penanaman mangrove di sekitar Pantai Desa Bhaskara Bhakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (17/7/2020). (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam rangka memperingati Hari Bakau Sedunia yang jatuh setiap 26 Juli, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bidang Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di sekitar Pantai Desa Bhaskara Bhakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Penanaman bakau akan dilakukan secara bertahap, karena bibit bakau tidak semuanya akan bertahan dan tumbuh. Tahap pertama sudah ditanam sejumlah 3.000 bibit. Saat ini adalah penanaman tahap kedua sejumlah 1.000 bibit untuk menambah dan mengganti (replanting) bibit yang tidak tumbuh dengan baik pada tahap pertama. Sedangkan 1.000 bibit lainnya akan ditanam pada tahap ketiga.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan program bina lingkungan PT Pelindo dan menggalakkan penanaman 5.000 bibit mangrove (Rhizophora apiculata) dengan menggandeng Botanical Group For Environment sebagai pihak pelaksana yang merupakan organisasi yang perhatian terhadap lingkungan hidup dan melibatkan Korem 045/Gaya, FKPA, dan masyarakat Desa Bhaskara Bhakti. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemeliharaan LH, Pengelolaan Sampah, dan Peningkatan Kapasitas LH, Mega Oktarian, S.Si, M.Eng di Pantai Desa Bhaskara Bhakti, Jumat (17/7/20).

Dalam penjelasannya, selain penanaman bibit mangrove, ada juga agenda pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19. Penanaman bibit bakau ini dilakukan tentu saja merupakan upaya pelesatarian lingkungan daerah pesisir dan menjaga keanekaragaman hayati, agar keseimbangan ekosistem pantai tetap terjaga yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat terutama di Desa Bhaskara Bhakti dan sekitarnya.

"Hutan mangrove (bakau) ini sangat penting sekali, karena biota laut sangat membutuhkan kehadiran hutan mangrove. Kami berharap agar semua pihak dapat menjaga bersama–sama, karena terkadang masih ada pihak–pihak yang merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi ataupun komersial,” ujarnya. (BBR)


Penulis : Diskominfo Babel

Editor   : Kasmir

Sumber : Diskominfo Babel