Perkuat Sistem Kelistrikan, PLN Babel Percepat Pembangunan Kabel Laut Sumatera-Bangka

Irwan
Perkuat Sistem Kelistrikan, PLN Babel Percepat Pembangunan Kabel Laut Sumatera-Bangka

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- PLN berkomitmen memperkuat sistem kelistrikan Bangka Belitung dengan mengupayakan percepatan pembangunan kabel laut tegangan tinggi yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dan pulau Bangka.

Kabel laut yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 ini akan ditarik dari Kabupten Banyu Asin, Sumatera Selatan ke Kabupaten Bangka Barat. Kabel laut tersebut akan terbentang sepanjang 36 Kms.

“Kami mohon dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat Bangka Belitung, agar pembangunan ini berjalan lancar, sehingga Bangka Belitung akan menjadi satu dengan Sumatera dalam satu sistem kelistrikan,” tutur General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan.

Saat ini kondisi kelistrikan di Bangka Belitung dalam kondisi yang cukup. Tercatat  suplai di pulau Bangka sebesar 182 mega watt (MW) dengan demand 161 MW, sementara di sistem kelistrikan Belitung suplai listrik sebesar 78,5 MW dengan demand 45,5 MW.

Lebih dari itu, dalam hal menjaga mutu pelayanan kepada pelanggan, PLN mengupayakan tindaklanjut keluhan maupun gangguan selalu di bawah satu jam.

Hal ini didukung dengan sistem kerja shift sehingga petugas siaga selama 24 jam.

Selain itu, teknologi dan inovasi terus dikembangkan dengan meluncurkan aplikasi PLN Mobile yang memungkinkan pelanggan menyampaikan laporan/keluhan dan memonitor status tindaklanjutnya.

Di sisi lain, PLN siap menjalankan keputusan Pemerintah untuk memperpanjang pemberian stimulus listrik bagi masyarakat kecil pelaku usaha seperti industri dan bisnis, serta sosial periode bulan April-Juni 2021.

Stimulus yang diberikan merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Sebanyak 69.064 pelanggan di Bangka Belitung masih akan tetap berhak mendapat stimulus listrik, karena sifatnya perpanjangan, maka kami yakin penyalurannya akan berjalan lancar,” terang General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan.  

PLN berharap hadirnya stimulus listrik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah Pandemi COVID-19.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode April-Juni 2021, besarannya akan diberikan separuh dari periode sebelumnya, yaitu:

1. Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

3. Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Bagi pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan langsung saat pembelian token listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450, tidak perlu lagi mengakses token, baik di web, layanan whatsapp, maupun PLN Mobile. Stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” Imbuh Amris.

Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri.

Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Sementara itu, bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan

PLN juga menekankan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri daya 450 VA paska bayar, karena ada perubahan besaran stimulus maka diskon langsung didapat saat melakukan pembayaran rekening listrik, artinya mulai rekening bulan April 2021 harus kembali melakukan pembayaran.

Sebelumnya sepanjang tahun 2020 sejak bulan April, Pemerintah melalui PLN telah menyalurkan stimulus listrik sebesar Rp 13,15 Triliun kepada 33,02 juta pelanggan.

Sedangkan pada triwulan I (Januari-Maret 2021) pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,66 triliun untuk stimulus listrik.

“Untuk memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus, PLN membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore serta posko-posko yang sudah didirikan di kantor layanan PLN terdekat,” tutup Amris. (*)