Permasalahan Lahan Pantai Tangsi, Jusvinar : Jangan Ada Miskomunikasi

Admin
Permasalahan Lahan Pantai Tangsi, Jusvinar : Jangan Ada Miskomunikasi

TOBOALI, BABELREVIEW-- Pembangunan sejumlah sarana dan prasarana di kawasan wisata Pantai Tangsi di Kota Toboali Kecamatan Toboali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2020 sebesar Rp2,8 milyar diduga bermasalah.

 Adapun permasalahan tersebut terkait status lahan yang digunakan pemerintah daerah adalah merupakan aset milik aparat kepolisian resor setempat.

 Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Basel Jusvinar mengaku terus mengkomunikasikan lahan pantai tersebut kepada aparat kepolisian. Sehingga tidak memicu adanya miskomunikasi.

" Untuk lahan Pantai Tangsi itu masih dikomunikasikan dengan pihak kepolisian karena jangan sampai ada miskomunikasi antara pihak kepolisian dengan pihak Pemda memperuncing ataupun menambah masalah baru," ujarnya, Selasa (23/02/2020).
 
 Diakuinya,  beberapa waktu lalu dirinya sempat berkomunikasi dengan pihak kepolisian resor terkait persoalan ini.

 " Dalam pembicaraan itu, didapat salah satu poin jika objek wisata akan tetap berjalan seperti biasanya.Kita sempat komunikasi dengan pak kasat reskrim yang lama kemarin, bahwa tempat wisata akan tetap berjalan, akan tetapi nanti sembari kita mengurus hal ini, jangan sampai nanti ada legalitas lahan tangsi tersebut," jelasnya.

 Lebih lanjut ia mengatakan, status masalah lahan ini kalau dirunutkan  dari bahwa lahan tangsi itu ada yang menyebutkan lapangan bola Bhayangkara, hanya saja mengacu pada perda 2007 tentang tapak kawasan wisata," sebutnya.

Namun, lanjutnya dirinya tak menampik dan mengakui apabila pihak kepolisian memiliki surat pengakuan hak atas tanah yang keluar sekitar tahun 1990 silam lengkap berikut tanda tangan oleh pejabat setempat.

" Ini akan saya laporkan kepada pimpinan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Nanti kedepannya saya yakin itu akan ada solusi untuk kemajuan bersama baik itu legalitas pihak kepolisian dan juga untuk kemajuan pariwisata di Basel," pungkas Jusvinar.