Perusahaan Wajib Bayar THR, Jika Tidak Bisa Kena Sanksi

Irwan
Perusahaan Wajib Bayar THR, Jika Tidak Bisa Kena Sanksi
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menteri Ketenagakerjaan RI telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor M/6AK.042021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2021 bagi pekerja/buruh di perusahan.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti menyebutkan, para pemilik atau pengelola perusahaan harus memberikan THR kepada para pekerja dan tidak boleh dicicil.

"Disini diatur tentang bagi perusahaan yang terdampak atau yang masih terdampak akibat COVID-19, maka perusahaan harus merundingkan lagi tentang cara pembayarannya dengan karyawan. Intinya harus sepakat dan waktunya atau tujuh hari sebelum lebaran dan tidak boleh dicicil," kata Amrah, Senin (19/4/2021).

Amrah menyebutkan, THR Keagamaan  diberikan kepada seluruh pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Kemudian, pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha, berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Sedangkan, kata Amrah, untuk besaran THR Keagamaan secara proporsional yaitu bagi pekerja yang mempunyai masa kerja dua belas bulan ke atas, diberikan sebesar satu bulan upah atau lebih.

Ia menuturkan, pihaknya akan membuka pos pengaduan THR, karena munculnya pengaduan perselisihan itu biasanya tujuh hari sebelum dan setelah lebaran.

"Karena batas pembayaran THR itu H-7 sebelum lebaran. Posko pengaduan akan segera kita buka untuk Kota Pangkalpinang," ucapnya.

Amrah menyebutkan, apabila para pekerja tidak diberikan THR, maka DPMPTSP & Naker Kota Pangkalpinang akan memberikan sanksi tegas bagi pemilik perusahaan.

"Pengenaan sanksi ada dua, pertama sanksi diberikan kepada pihak perusahaan dan sanksi kepada pengusaha nya. Sanksi itu dapat berupa mulai dari pidana sampai dengan administratif bagi perusahaan," katanya. (BBR)

Laporan: Gusti

Editor: Irwan