Pesan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 : Patuhi Protokol Kesehatan dari Pemerintah Agar tidak Tertular

buditio
Pesan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 : Patuhi Protokol Kesehatan dari Pemerintah Agar tidak Tertular
Wisma Karantina Bangka Barat. (buditio)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID – Dalam masa pandemi seperti sekarang ini siapapun bisa terjangkit oleh covid-19 tanpa pernah ia ketahui dari mana asalnya jika tidak menjalani protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal ini terjadi pada DI, warga Muntok yang bekerja sebagai agen kapal milik perusahaan BUMN yang beroperasi di perairan Bangka Barat. DI yang sempat menjalani masa karantina selama 15 hari di Bangka Barat, akhirnya harus pindah ke Wisma Karantina Provinsi Bangka Belitung karena hasil tes swab keduanya menunjukan hasil positif covid-19.

Melalui sambungan telepon BBR mewawancarai DI secara khusus tentang  pengalamannya salama masa karantina di Wisma Karantina Bangka Barat dan juga kondisinya terkini di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat, 08/05/2020.

Saat ini DI mengakui bahwa kondisi kesehatannya cukup baik, walaupun ada sedikit keluhan tetapi langsung ditangani oleh Tim Kesehatan.

“Alhamdulillah saya masih dalam kondisi normal, ada sedikt keluhan kesehatan, tetapi penanganan oleh Tim Kesehatan di Wisma Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat baik. Selama menjalani perawatan kondisi saya selalu dipantau, kalau mau konsultasi dengan dokter bisa menggunakan sarana video call, setiap keluhan ditanggapi dengan baik, dan segera diberikan obat. Obat rutin yang diberikan adalah vitamin, dan juga ada obat lainnya”sampainya.

DI juga merasakan bahwa pelayanan dan fasilitas yang ada di Wisma Karantina Provinsi lebih baik.

“Alhamdulillah, kondisi tempat saya dikarantina lebih baik, walaupun kita semua tidak mau dikarantina. Bukan bermaksud membandingkan dengan yang ada di Bangka Barat, tetapi memang yang ada di Provinsi saya rasakan lebih baik. Mungkin karena Bangka Barat masih baru dalam menghadapi kondisi seperti ini. Saat ini segala kebutuhan telah tersedia dengan lengkap. Termasuk dalam waktu dekat, informasinya, akan disiapkan televisi di dalam kamar sebagai sarana hiburan bagi kami yang menjalani karantina untuk mengurangi kejenuhan. Kami juga disiapkan madu untuk menjaga daya tahan tubuh. Perawat juga secara rutin memantau apakah saya ada keluhan, dan setiap pagi dokter memeriksa kondisi kesehatan saya”jelasnya.

Merasakan tinggal di Wisma Karantina Bangka Barat selama 2 minggu, membuat DI berharap kondisi Wisma Karantina tersebut agar ditingkatkan, karena hal tersebut penting bagi kenyamanan orang yang menjalani masa karantina.

“Orang yang dikarantina belum tentu positif terinfeksi virus corona, jadi siapkanlah tempat agar mereka dapat beraktifitas, dan juga menonton televisi sebagai sarana hiburan, tentu dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan. Jangan sampai kami yang dikarantina merasa jenuh yang nantinya menurunkan imun tubuh. Apalagi jika ada anak kecil yang dikarantina, seperti 3 orang anak saya yang berusia 3, 5 dan 8 tahun, tentu akan merasa kejenuhan jika tidak ada hiburan bagi mereka”ujarnya

Kepada warga masyarakat, DI berpesan agar jangan menganggap enteng penyakit ini. Ini bukan penyakit yang mudah disembuhkan, belum ada obatnya. Cukup ia saja yang meangalaminya, dan mohon agar selalu mematuhi anjuran dari pemerintah agar terhindar dari covid-19.

“Penyakit ini sangat berbahaya, saya begitu sedih jika membayangkan bilamana ada anak kecil yang tertular dan harus menjalani karantina sendiri. Sekali lagi ikutilah anjuran pemerintah, jangan sampai kita terjangkit oleh penyakit ini. Begitu juga hendaknya jangan mengucilkan orang yang sedang menjalani karantina secara mandiri di rumah karena mereka belum tentu positif covid-19. InsyaAllah kita tidak akan tertular jika menjalani protokol kesehatan seperti yang disampaikan oleh pemerintah”pesannya. (BBR)


Penulis   : buditio

Editor    : Admin05

Sumber : Babel Review