PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Penjabat (Pj) Walikota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, menekankan pentingnya pelayanan prima yang harus diberikan oleh guru dan tenaga medis kepada masyarakat. Hal ini disampaikan dalam wawancara di SRC Pemkot Pangkalpinang yang membahas kekurangan tenaga pendidik dan kesehatan di Kota Pangkalpinang, Senin (8/09/2025).


M. Unu menegaskan bahwa tugas utama guru adalah melayani dan mendidik masyarakat, khususnya anak-anak.
“Guru bertugas mendidik anak-anak kita dan memberikan teladan kepada anak-anak kita untuk menjadi generasi yang terbaik ke depan dan menjadi aset bangsa kita,” ujar M. Unu Ibnudin.
Ia mengakui bahwa Kota Pangkalpinang masih mengalami kekurangan guru yang perlu segera diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Selain masalah tenaga pendidik, Pj Walikota juga menyoroti kekurangan tenaga medis di Pangkalpinang. Ia menekankan perlunya perbaikan dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya sampaikan minimal, belajar senyum dulu. Dengan belajar senyum, belajar melayani pasien, apalagi dokter gigi. Pasien sudah sakit gigi, kalau pelayannya ketus atau jutek, bukannya sembuh, malah sakit giginya bisa bertambah,” jelasnya.
M. Unu Ibnudin menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru dan tenaga medis di masa mendatang.
“Ke depan kami insya Allah akan bisa memenuhi kebutuhan tenaga guru dan tenaga medis yang dapat mencukupi seluruh pelayanan di Pemerintahan Kota Pangkalpinang agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” katanya dengan optimis.
Terkait upaya konkret penambahan tenaga, Pj Walikota mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami sedang mengusulkan ke Menpan dan ke BKN. Mudah-mudahan yang kemarin masih ada yang paruh waktu atau yang belum masuk database, kami sedang meminta persetujuan BKN dan Menpan untuk bisa ditambahkan sebagai pemenuhan kebutuhan kita,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu rekrutmen tenaga baru melalui jalur resmi yang lebih komprehensif. (Dinda)












