PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Dalam rangka memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung aman dan khidmat, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) menetapkan masa siaga kelistrikan dan melakukan pengamanan sistem secara menyeluruh di wilayah Bangka Belitung.
Berdasarkan kondisi sistem kelistrikan terkini, daya mampu (DM) Sistem Bangka tercatat sebesar 338,55 MW dengan beban puncak (BP) 204,87 MW dan cadangan daya 133,68 MW. Sementara itu, Sistem Belitung memiliki daya mampu 96,16 MW, beban puncak 58,21 MW, dan cadangan daya 36,35 MW. Dengan kondisi tersebut, sistem kelistrikan Bangka Belitung berada dalam status aman dan terkendali selama periode Siaga Imlek 2026.
General Manager PLN UIW Babel, Ira Savitri, mengatakan, PLN telah melakukan langkah preventif dan pengamanan berlapis untuk memastikan tidak terjadi gangguan selama perayaan berlangsung.
“PLN memastikan sistem kelistrikan Bangka Belitung dalam kondisi cukup dan aman selama perayaan Tahun Baru Imlek. Kami telah melakukan pemeliharaan preventif, menyiagakan personel, serta menempatkan peralatan pendukung di lokasi prioritas guna memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Imlek dengan nyaman,” ujar Ira dalam keterangan, dikutip Minggu 15 Februari 2026.
Sebagai bagian dari pengamanan, PLN melakukan pengecekan langsung ke sejumlah klenteng, termasuk Klenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang, yang menjadi salah satu lokasi prioritas perayaan Imlek. Pada lokasi tersebut, PLN menyiapkan backup genset 7 kW sebagai langkah antisipasi guna menjaga kontinuitas suplai listrik selama rangkaian ibadah berlangsung.
Perwakilan Klenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang, Aput, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan dukungan PLN dalam memastikan kelancaran perayaan.
“Kami berterima kasih kepada PLN Babel yang telah memastikan listrik tetap andal selama perayaan Imlek. Dengan dukungan ini, umat dapat beribadah dengan tenang dan khidmat,” kata Aput.
Selain pengamanan di lokasi ibadah, PLN UIW Babel juga menyiagakan personel di posko siaga, melakukan monitoring sistem kelistrikan secara real time, serta menyiapkan peralatan pendukung seperti genset mobile, UPS, kendaraan operasional, dan tim teknis yang siap bergerak cepat apabila terjadi potensi gangguan.












