PMI Basel Selalu Ada untuk Masyarakat, Iskandar: Bisa Online Bisa Offline

Ahada
PMI Basel Selalu Ada untuk Masyarakat, Iskandar: Bisa Online Bisa Offline
Ketua PMI Basel MM Iskandar. (Ist)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Palang Merah Indonesia (PMI) Bangka Selatan (Basel) selalu siap melayani masyarakat yang membutuhkan darah maupun yang ingin mendonorkan darah.

Agar pelayanan bisa prima, pengurus PMI Basel menempatkan staf di teras Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel.

Tujuannya, bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan PMI bisa segera terlayani secara cepat.

Alasan penempatan staff di teras RSUD Basel ini, diakui Ketua PMI Basel MM Iskandar, karena tidak semua masyarakat Bangka Selatan bisa mengakses PMI Basel secara online. L

Pasalnya masih banyak warga yang belum memiliki fasilitas handphone jenis android.

"Sehingga kami menempat staf di RSUD Basel, agar masyarakat bisa datang langsung dan bertemu petugas kami. Sehingga kebutuhan masyarakat ini bisa kami layani," ujar Iskandar.

Di era digital ini, kata Iskandar, sebenarnya masyarakat sudah bisa menghubungi PMI Basel secara online.

"Bagi masyarakat yang memiliki fasilitas android ini bisa langsung menghubungi kami. Jadi kami bisa langsung mengurus kebutuhan mereka. Tetapi bagi yang tidak punya fasilitas ini, bisa langsung ke Rumah sakit," ungkap Iskandar.

Selain menempatkan petugas yang standby di rumah sakit, semua pengurus dan staff PMI Basel dibekali data pendonor darah yang aktif yang terdata di PMI Basel.

Selain berupaya terus melengkapi data-data pendonor darah, diakui Iskandar, PMI Basel selalu memposting setiap kegiatan donor darah ke media sosial.

Tujuannya, agar masyarakat luas termotivasi untuk ikut mendukung program-program dan kegiatan PMI Basel.

"Bukan untuk pamer. Kami lakukan ini semata mata memotivasi yang lain untuk sekedar ikut mendonorkan darahnya juga. Karena banyak di antara kita yang tidak bisa donor karena takut jarum suntik. Ada juga badannya kurang berat sesuai ketentuan untuk donor dan HB, serta tensi tinggi atau rendah yang telah menjadi alasan umum untuk tidak bisa donor darah," jelas Iskandar. (BBR)
Sumber: MM Iskandar PMI Basel