Pokdarwis Bekawan Kota Kapur, Merintis Jalan Setapak 'Kerajaan Sriwijaya'

Ahada
Pokdarwis Bekawan Kota Kapur, Merintis Jalan Setapak 'Kerajaan Sriwijaya'
Tim Bekaes Budaya Bangka Belitung dan seorang tim ahli cagar budaya Kabupaten Bangka Ali Usman di dampingi Pokdarwis Bekawan Kota Kapur mengunjungi Situs Budaya di Kota Kapur, Minggu (26/7/2020). (Ist)
Tim Bekaes Budaya Bangka Belitung dan seorang tim ahli cagar budaya Kabupaten Bangka Ali Usman di dampingi Pokdarwis Bekawan Kota Kapur mengunjungi Situs Budaya di Kota Kapur, Minggu (26/7/2020). (Ist)
Tim Bekaes Budaya Bangka Belitung dan seorang tim ahli cagar budaya Kabupaten Bangka Ali Usman di dampingi Pokdarwis Bekawan Kota Kapur mengunjungi Situs Budaya di Kota Kapur, Minggu (26/7/2020). (Ist)

MENDO BARAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Sejak dahulu Kota Kapur dikenal menyimpan cerita sejarah, yang berkaitan dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

Sehingga tak heran jika desa ini sudah terkenal oleh masyarakat lokal, nasional bahkan internasional.

Meskipun sebagian bukti sejarah sudah banyak berpindah tempat dari desa ini, namun Kota Kapur masih menjadi tujuan banyak orang untuk mengetahui langsung keberadaan sejarah Sriwijaya di desa ini.

Untuk melestarikan dan makin menarik perhatian masyarakat atau wisatawan, para pemuda dan masyarakat Kota Kapur membentuk Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis, yang diberi nama Pokdarwis Bekawan Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terbentuknya Pokdarwis Bekawan ini tidak terlepas dari dorongan rasa kesadaran pemuda-pemuda Desa Kota Kapur tentang pentingnya wadah dalam mengembangkan desa mereka sebagai  salah satu destinasi wisata sejarah

"Awalnya kami sebagai masyarakat Kota Kapur,  sedikit banyaknya telah mengenal sejarah Situs Kota Kapur yang telah mendunia, tetapi belum terangkat  kepermukaan. Sehingga masih banyak masyarakat, khususnya masyarakat Babel yang belum tahu akan sejarah dari situs ini,"  jelas Ali Akbar, Ketua Pokdarwis Bekawan Kota Kapur, Minggu (26/7/2020).

Diakui Ali Akbar, mereka sangat mendambakan  sejarah kerajaan di Kota Kapur ini dapat digali  sebagaimana situs-situs yang ada di Indonesia pada umumnya.

"Dan kami dari  Pokdarwis Bekawan berusaha untuk memperkenalkan ini.  Tentu saja kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Desa, kabupaten, provinsi bahkan dari pusat," ujar Ali.

Pokdarwis Bekawan ini...

  • Halaman
  • 1
  • 2