Polemik di Tengah Pandemi, Didit: Buzzer Jangan Saling Mendeskreditkan

kasmirudin
Polemik di Tengah Pandemi, Didit: Buzzer Jangan Saling Mendeskreditkan
Didit Srigusjaya. (Foto: Diko Subadya)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Fenomena buzzer di tengah pandemi Covid-19 tengah menjadi sorotan. Berbagai upaya mereka lakukan untuk mendukung para junjungannya, hujatan dan makian pun tak segan mereka lontarkan.

Hal ini kemudian memunculkan problematika di tengah perjuangan melawan Covid-19, yang semakin hari semakin masif penyebarannya di Bangka Belitung.

Buzzer dianggap memegang peranan yang penting, menciptakan panggung bagi para pemimpin yang mereka junjung. Namun kefanatikan mereka pun tak jarang memunculkan polemik.

Hal ini yang menjadi perhatian Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. Ia menilai permasalahan Covid-19 harusnya menjadi tonggak bagi semua elemen untuk bersatu, saling dukung, bukan malah saling menghujat.

BACA:

Satpol PP Rutin Patroli untuk Tegakkan Disiplin Penerapan Protokol Covid-19

"Tolonglah bagi para buzzer jangan saling mendeskreditkan, ini udah gak enak lagi. Seharusnya di sinilah kita konsiliasi diri, kita  bersama-sama gotong royong besar-besaran. Kita susun langkah preventif, bagaimana mencegah penyebaran Covid-19 yang terus bertambah?" kata didit kepada Babel Review beberapa waktu lalu.

Kondisi ini, kata Didit, merujuk pada fakta yang ia lihat bahwa hingga saat ini sinergitas antara gugus tugas provinsi, kabupaten atau kota yang dinilainya masih belum maksimal.

"Ini kita lihat, setiap permasalahan yang terjadi. Misalnya gugus tugas provinsi bicara, gugus kabupaten/kota kok kelihatannya kurang begitu bersinergi? Ini terjadi di media sosial, maka seharusnya permasalahan Covid-19 ini dapat menjadi tonggak kita untuk bersatu, bersama-sama untuk menyelesaikan masalah," ungkapnya.

"Bukan kita saling menghujat, bukan kita saling mencela, bukan kita merasa seakan-akan kita lah yang hebat. saya melihat bahwa persaingan menyelesaikan masalah (Covid-19) ini sudah nggak waras lagi," timpalnya 

Lebih lanjut Didit menegaskan, semua kepala daerah telah berkontribusi untuk menangani penyebaran Covid-19 ini.

"Pemprov berkontribusi, wali kota berkontribusi, bupati-bupati juga, semua kontribusinya ada. Janganlah kita merasa paling hebat, kasihan masyarakat," tandasnya. (BBR)


Penulis  : Diko Subadya
          
Editor    : Kasmir