Polisi Selidiki Kejadian Penambang TI Apung Tewas Tenggelam

kasmirudin
Polisi Selidiki Kejadian Penambang TI Apung Tewas Tenggelam
Tim gabungan yang melakukan penyisiran dan pencarian terhadap penambang yang tenggelam di perairan Pantai Takari Sungailiat. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Tambang timah kembali menelan korban jiwa, kejadian ini terjadi pada 2 pekerja tambang inkonvensional (TI) apung, yang beroperasi di perairan Pantai Takari, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (2/7/2019).

Dari informasi yang dihimpun, Komandan Tim Basarnas 110 Bangka Belitung Supandi mengatakan, kronologis terjadinya proses pemindahan TI ponton tersebut hingga mengakibatkan adanya korban jiwa.

"Berdasarkan informasi yang kami dapat dari Babinsa Kecamatan Merawang, ada 5 pekerja tambang TI ponton ingin melakukan pemindahan ponton. Dalam perjalanan menuju lokasi tambang yang dituju, pekerja tersebut mengalami sedikit kendala yaitu karena buruknya cuaca. Kemudian mereka putuskan lepas jangkar. Lalu kelima orang tersebut berenang menuju bibir pantai, pada saat itulah mereka dihantam oleh gelombang, sehingga 2 dari pekerja tambang tersebut tewas dan 3 lainnya berhasil menyelamatkan diri," terangnya Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: TI Apung Makan Korban, 2 Penambang Tewas Tenggelam

Selain itu keterangan dari Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto melalui Kepala Satuan Polisi Perairan Laut, AKP. Alpiandi SH menjelaskan, bahwa dari pihak kepolisian terkait dengan kejadian tersebut akan melakukan penyelidikan sesuai dengan pengumpulan data dan keterangan beberapa pihak.

"Kami dari pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kejadian tersebut. Kita akan mengumpulkan data, bahan dan keterangan dari pihak-pihak lainnya mengenai perihal siapa yang memerintahkan mereka untuk memindahkan ponton itu," tukasnya.

Ketika ditanya oleh awak media, apakah TI ponton tersebut ilegal atau tidak, pihaknya untuk saat ini belum bisa menjawabnya.

"Apakah ponton itu ilegal atau tidak, kami belum dapat menyimpulkan. Karena berdasarkan informasi yang didapatkan mereka saat itu tidak sedang bekerja. Dan untuk pemilik ponton masih dalam proses lebih lanjut," tegasnya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review