Polres Bangka Barat Ringkus PNS Penggelapan Mobil

kasmirudin
Polres Bangka Barat Ringkus PNS Penggelapan Mobil
Satuan Reskrim Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penggelapan dan pencurian satu unit mobil dan mengamankan dua orang tersangka di Mako Polres Bangka Barat, Sabtu (4/7/2020). (Foto: Istimewa)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Satuan Reskrim Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penggelapan dan pencurian satu unit mobil dan mengamankan dua orang tersangka di Mako Polres Bangka Barat, Sabtu (4/7/2020).

“Modusnya mobil tersebut dirental, kemudian ternyata digadaikan kepada orang lain. Sehingga korban ataupun pemiliknya, Ce Kim (62) warga Kampung Tegal Rejo, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Muntok, merasa dirugikan,” jelas Kasat Reskrim Andri Eko Stiawan.SH.S.I.K seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah, S.I.K

Kedua tersangka berinisial HD (44) seorang buruh harian, beralamat di Kampung Keranggan Atas RT.002 RW.010 Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat dan MY (40) seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ), tinggal di Kampung Teluk Rumbiah Laut RT.002 RW.015 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Kasat Reskrim menjelaskan kronologis kejadian, MY menyuruh HD untuk merental mobil. Lalu korban mengantarkannya kepada saksi Ilham untuk digadaikan.

“Mobil yang direntalkan kepada orang ternyata tidak kembali,” kata Andri.

Ia mengatakan, uang hasil dari penggelapan tersebut digunakan untuk membayar hutang. Kedua pelaku berhasil diamankan pada Selasa (30/6/2020). HD ditangkap di Muntok, sedangkan MY diringkus di Toboali.

Dari hasil penyelidikan petugas mendapati barang bukti satu unit mobil Toyota New Avanza 1,3 GM, satu lembar STNK, satu lembar surat persyaratan dan ketentuan rental Trans Rent Car yang ditanda tangani oleh Hendri pada 24 Juni 2020.

Menurut Andri, pasal yang disangkakan kepada tersangka HD yakni Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 372 KUHPidana, sementara tersangka MY disangkakan dengan Pasal 372 Jo 55 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Kasat Reskrim meminta kepada masyarakat yang memiliki usaha rental mobil, agar lebih berhati-hati dalam memberikan mobil rental kepada orang yang tidak dikenal ataupun orang yang mau merentalkan mobil.

"Para pemilik rental mobil jangan mudah percaya dengan orang yang mau merental mobil atau berhati-hati yang mau merentalkan mobil kepada orang lain," tukasnya. (BBR)


 

Penulis : */Irwan

Editor   : Kasmir