Prodi Magister PAI IAIN SAS Babel Gelar Webinar Nasional, Kupas Tuntas Sejarah Syaikh Abdurrahman Siddik

Ahada
Prodi Magister PAI IAIN SAS Babel Gelar Webinar Nasional, Kupas Tuntas Sejarah Syaikh Abdurrahman Siddik
Ketua Program Studi S2 PAI IAIN SAS Babel Dr Andi Arif MPd. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Geliat perubahan terhadap Pascasarjana IAIN SAS Babel semakin bersinar. Budaya akademik yang menjadi ciri khas sebuah kampus semakin terlihat dan terasa.

Setelah agenda seminar nasional minggu lalu dengan peserta yang membludak, pada Senin (15/6/2020) ini, Pascasarjana kembali menggelar webinar khusus yang ditujukan bagi akademisi dan peneliti.

Webinar nasional ini mengusung tema "Iqtibas Qur'ani dalam Syair 'Ibarat dan Khabar Qiamat Karya Syaikh Abdurrahman Siddiq Al Banjari".

Hadir sebagai narasumber dalam seminar yaitu Dr Rdol Wahidi MA (Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Provinsi Riau), Subri MSI (Dosen IAIN SAS Babel/Kandidat Doktor UINSU), dan Dr H Iskandar MHum (Direktur Pascasrjana IAIN SAS Babel).

Kajian webinar kali ini memang khusus tentang ulama yang telah dijadikan sebagai nama kampus IAIN. Peserta seminar ini dibatasi tidak seperti sebelumnya.

Peserta hanya 100 orang yang terdiri dari akademisi, praktisi dan mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia.

Tampak saat webinar berlangsung, peserta ternyata tidak hanya dari Bangka Belitung, beberapa peserta juga berasal dari Pekanbaru, IAIN Salatiga, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Surakarta, NTB, IAIN Langsa, Universitas Islam Indragiri, Kebumen, IAIN Kudus, IAIN Kendari, UIN Jambi, IAIN Batusangkar, Bagan Siapi-api, STAI urfalah Air Molek, UIN Raden Intan Lampung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ponpes di Pinrang, Kemenag Lumajang, Sukoharjo, UNS Solo, UIN Mataram, IAIN Surakarta, UIN ANtarsari Banjarmasin, Magetan dan lain-lain.

Ketua Program Studi S2 PAI IAIN SAS Babel Dr Andi Arif MPd menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan seminar untuk mengkaji secara komprehensif seorang ulama yang sangat berjasa dalam pengembangan agama Islam.

"Selama ini memang kurang kajian-kajian secara terbuka terhadap Beliau ini, makanya kita membatasi pesertanya. Yang daftar banyak, tapi kita kan punya limit waktu, sebab kajian ini nanti juga masih ada kajian lainnya dan akan kita hadirkan narasumber lainnya," ujar Andi.

Sementara itu Dr H Iskandar MHum, selaku Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel, mengungkapkan salahsatu tugas perguruan tinggi adalah melakukan kajian-kajian ilmiah.

"Apalagi seorang dosen itu sangat dibutuhkan, pascasarjana ini kan bukan seperti S1, maka pengembangan-pengembangan implementasi teori harus menjadi perhatian," ujar Iskandar.

Karena itu, kata Iskandar, Pascasarjana IAIN SAS Babel sudah menyiapkan agenda-agenda seminar lainnya.

Tujuannya agar budaya akademik tetap berjalan dan kontinyu.

"Insya Allah sebagai pimpinan kita agendakan setiap bulan dua ada kegiatan ilmiah paling sedikitnya. Itu bisa bertambah jika ada yang mengajak kerjasama. Tidak hanya dari lembaga eksternal tapi juga mungkin fakultas atau lembaga yang ada di IAIN sendiri,"  paparnya. (BBR)
Laporan: @hada