Produk Kejuruan Mulai Digaungkan, SMKN3 Pangkalpinang Tunggu SK BLUD Dikeluarkan.

faisal
Produk Kejuruan Mulai Digaungkan, SMKN3 Pangkalpinang Tunggu SK BLUD Dikeluarkan.
Edotel Milik SMK Negeri 3 Pangkalpinang. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dunia pendidikan memang dituntut untuk terus update dan berinovasi beriringan dengan kemajuan zaman agar dapat mencetak siswa yang handal, mandiri dan siap kerja.

Salah satu program yang digalangkan oleh Pemerintah Provinsi untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri adalah "one gundep one product" ditiap-tiap sekolah kejuruan, salah satunya SMK Negeri 3 Pangkalpinang.

Menjadi satu-satunya SMK dengan kejuruan Perhotelan dan Tata Boga di Pangkalpinang membuat management sekolah terus berinovasi agar bisa menjadi role model sekolah kejuruan yang bisa menciptakan SDM unggul dan siap kerja.

Kepala Sekolah SMKN 3, Sukanda, SAg, MM, mengatakan berdasarkan program keahliannya yang bertujuan menciptakan SDM yang mandiri dan berjiwa wirausaha, SMKN3 memiliki produk ekonomi yang dihasilkan dari tiap kejuruan baik dari kejuruan Tata Boga dengan hasil kulinernya dan Perhotelan dengan produk jasanya.

"Kalau di SMKN3, produk yang dihasilkan melalui program keahlianya cuma ada Dua yaitu produk berupa barang atau kuliner seperti roti, kue dan masakan traditional lainya dan yang kedua produk jasa yang mencangkup bidang perhotelan yaitu dengan fasilitas edotel,"ujarnya. 

Untuk pemasarannya, Sukanda menyebutkan untuk saat ini produk kuliner baru di pasarkan dalam radius sekitaran sekolah saja karna masih terkendala dasar hukum yang belum jelas seperti brandingnya dan kelengkapan sertifikasinya yang belum memadai, sedangkan jasa perhotelan sudah cukup luas dengan sering disewakan untuk berbagai kegiatan.

"Insya Allah dalam waktu dekat Pemprov melakukan terobosan dengan menerbitkan SK dari Bapak Gubernur dimana SMK akan dijadikan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang dimana berfungsi sebagai payung hukum untuk melakukan proses pembuatan produk-produk di SMK termasuk brandingnya sehingga nanti pemasarannya bisa menjangkau lebih luas untuk masyarakat umum,"terangnya.

Untuk mengatur sistem disekolah dalam melaksanakan program tersebut, pihaknya akan membuat sistem blok yang dimana jadwal pembelajaran dengan jadwal produksi atau praktikum akan diporsikan sehingga tidak menggangu jadwal pembelajaran reguler siswa.

"Dalam kegiatan praktikum kita akan melibatkan pihak ketiga yaitu alumni untuk membimbing adik-adiknya dan pendanaannya sendiri untuk saat ini masih bersifat mandiri yaitu menggunakan penjualan hasil produk siswa dan juga bantuan dana praktikum dari pemerintah,"sebutnya.

Namun nanti bila sudah terbit SK BLUD, SMK diberikan modal awal yaitu Iuran Penyelenggaraan Pendidikan (IPP) karena sekolah mesti menciptakan produk yang benar-benar terjamin dan berkualitas untuk dipasarkan sehingga sesuai standart.

"Kami berharap dengan ada SK Gubernur terkait keabsahan BLUD ini bisa memberikan kompetensi untuk siswa itu sendiri sehingga membuat siswa menjadi terampil dari segi kemandirianya dan tanggung jawabnya karena nantinya produk yang dihasilkan bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri namun juga untuk masyarakat umum,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor     : Admin03

Sumber  : Babel Review