Produksi Ikan di Bangka Menurun

kasmirudin
Produksi Ikan di Bangka Menurun
Kabid Pemberdayaan Nelayan di Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Ibnu Taufik Hidayat. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Pada kurun waktu tahun 2018 hasil produksi ikan mengalami penurunan pada periode tahun 2017. Hal tersebut dapat dilihat dari data yang ada di Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, data yang ada menunjukkan tahun 2017 produksi ikan berjumlah 27.761 ton dan pada tahun 2018 produksi ikan hanya di angka 26.017 ton.

"Penurunan jumlah produksi ikan itu disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain penangkapan ikan yang bebas. Nelayan menangkap semua jenis ukuran ikan, yang itu berakibat mempengaruhi produksi ikan di laut," jelas Ibnu Taufik Hidayat, Kabid Pemberdayaan Nelayan di Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.

Ia katakan, penangkapan ikan yang bebas tanpa adanya pengawasan akan sangat mempengaruhi hasil tangkapan atau produksi ikan. Apalagi ikan yang ditangkap nelayan ada yang ukuran kecil atau indukan yang sedang ingin berproduksi.

"Kenapa nelayan menangkap dengan cara seperti itu, salah satunya kurangnya pengawasan dari pemerintah. Ditambah lagi dengan bertambahnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang ada di Bangka semakin banyak dan melakukan penangkapan ikan seperti itu, maka ini yang menyebabkan produksi ikan di Kabupaten Bangka semakin menurun," ungkapnya.

Dia juga menegaskan, jika salah satu faktor penyebab menurunnya produksi ikan adalah adanya penambangan pasir timah di laut. Menurut Ibnu, penambangan yang ada di laut menyebabkan adanya pencemaran dan rumah-rumah (terumbu karang red) menjadi rusak.

"Hal itu menyebabkan ekosistem terumbu karang dan ikan menjadi rusak. Yang seharusnya terumbu karang tempat ikan berkembang biak, karena rusak karena adanya penambangan pasir timah, maka ikan akan beralih ke lokasi lain yang ekosistemnya lebih baik. Dan hal itu yang menyebabkan daerah itu akan mengalami penurunan produksi ikannya," jelasnya.

Ia berharap, agar pemerintah pusat sesegera mungkin menetapkan zonasi, dimana zonasi pertambangan, zonasi pariwisata dan zonasi perikanan. Halaman tersebut dilakukan supaya tidak saling berbenturan dalam melakukan aktivitas.

"Mudah mudahan penentuan zonasi tersebut segera dibuat Perdanya, supaya semuanya jelas. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, karena kalau zonasi sudah ditentukan semuanya jelas batas wilayah masing-masing," tukasnya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review