Program Kampus Mengajar, Beri Mahasiswa Pengalaman dan Membantu Sekolah Tertinggal

Kasmirudin
Program Kampus Mengajar, Beri Mahasiswa Pengalaman dan Membantu Sekolah Tertinggal
Mahasiswa yang tergabung dalam kampus mengajar saat memberikan pelajaran di SDN 15 Lubuk Besar, Selasa (22/6/2021). (ist)

LUBUKBESAR, BABELREVIEW.CO.ID -- Ada banyak pengalaman yang diperoleh mahasiswa dalam mengikuti program kampus mengajar. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudrisetek) Republik Indonesia ini, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mengajar di daerah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) dan sekolah-sekolah berakreditasi C.

Nadiem Makariem, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi memaparkan, tujuan diadakannya kampus mengajar yaitu untuk menghadirkan mahasiswa di tengah kekacauan proses belajar di masa pandemi. Agar dapat memberikan penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, membantu administrasi, dan membantu adaptasi teknologi terutama untuk SD di daerah 3T.

Sehingga, peran mahasiswa dalam hal ini adalah menjadi teman guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran di masa pandemi.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Juwita, Mahasiswa Pendidikan Biologi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pada program ini Juwita berkesempatan untuk mengajar di SDN 15 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, yang berjarak 9 KM dari rumahnya.

Dikatakannya, pada program kampus mengajar yang tergabung dalam Merdeka Belajar Kampus Mendeka (MBKM) ini, mahasiswa diberikan kesempatan tiga bulan untuk mengabdi di sekolah yang telah ditempatkan.

“Salah satu keuntungan menarik mengikuti program ini adalah mahasiswa mendapatkan konversi 12 SKS untuk mata kuliah yang relevan. Salah satu mata kuliah yang dikonversikan di UAD adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga mahasiswa yang mengikuti program ini tidak perlu untuk mengikuti kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh universitas," katanya, Selasa (22/6/2021).

Diakuinya, KKN merupakan bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan setiap tahunnya oleh perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Hanya saja di tahun ini lanjutnya, semua kegiatan perkuliahan termasuk KKN terhambat, karena adanya pandemi Covid-19.

“Menyingkapi hal tersebut tentunya dengan adanya program kampus mengajar dapat memberikan keuntungan bagi para mahasiswa untuk dapat melaksanakan KKN lebih awal dari pada rekan-rekan kuliah yang lain, " katanya.

Diakuinya, melalui kegiatan kampus mengajar ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk sebebas mungkin berinovasi untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik.Dirinya membagikan pengalaman kegiatan yang telah dilaksanakan rentang Maret-Juni 2021 selama mengikut program ini, salah satunya membantu administrasi pembelajaran para guru.

  • Halaman
  • 1
  • 2