Protes Raperda RZWP3K Disahkan, Nelayan Basel Tutup Akses ke Pantai Batu Perahu

andre
Protes Raperda RZWP3K Disahkan, Nelayan Basel Tutup Akses ke Pantai Batu Perahu
Foto : Ist

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Kurang dari seminggu sejak disahkannya Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) oleh DPRD Provinsi Bangka Belitung, nelayan Bangka Selatan (Basel) sudah memertunjukan sikap penolakannya.

Khususnya Nelayan Batu Perahu, Kecamatan Toboali, Basel yang selalu hadir dalam setiap audiensi dengan DPRD Provinsi Babel dalam pembahasan RZWP3K meluapkan protesnya dengan melakukan aksi menutup jalan menuju Pantai Batu Perahu dan Pantai Kelisut.

Saat dikonfirmasi, Ketua Nelayan Batu Perahu, Joni Zuhri mengatakan aksi penutupan jalan ketempat wisata ini adalah bentuk perlawanan kami terkait pengesahan RZWP3K yang tidak berpihak kepada masyarakat khususnya nelayan.

"Kepada seluruh masyarakat Basel khususnya dan Babel umumnya kami mohon maaf.Ini adalah protes kami kepada pemerintah dan legislatif yang ada di Babel, " katanya Sabtu (29/02/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, Perkembangan wisata pesisir tidak lepas dari jasa masyarakat dan nelayan dalam merintis wisata terutama pantai.

"Seperti kita ketahui sesuai Perda RTRW basel, kawasan wisata di kelurahan Tanjung ketapang salah satunya adalah pantai batu perahu.Masyarakat dan nelayan secara bahu membahu dan secara swadaya membangun dan merintis wisata daerah tersebut.Mulai dari membangun jalan yang tadinya hanya bisa dilewati motor sekarang sudah bisa dilewati berbagai kendaraan serta fasilitas lain yang dikerjakan secara gotong royong dan dengan dana swadaya masyrakat, " bebernya.

Terakhir ia mengatakan, Nawacita Pemkab Basel yang katanya ingin memajukan pariwisata justru berbanding terbalik dengan menyetujui draf RZWP3K yang kemudian disahkan oleh DPRD babel terkesan ingin menghancurkan kehidupan para nelayan, pariwisata itu sendiri serta melupakan jasa masyarakat dalam pengesahan perda RZWP3K tersebut.(BBR)


Penulis : Andrean

Editor : Andrean

Sumber : Babel Review