PT. BAA Menang Atas Gugatan Class Action Oleh Sebagian Warga Kenanga di Pengadilan Negeri Sungailiat

Ibnuwasisto
PT. BAA Menang Atas Gugatan Class Action Oleh Sebagian Warga Kenanga di Pengadilan Negeri Sungailiat
Pengacara PT. Bangka Asindo Agri, Arifin J Sitorus didampingi oleh Herman Sudrajat dan Sumin saat selesai menjalani sidang putusan gugatan di Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (20/7/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Pengadilan Negeri Sungailiat resmi menolak seluruh gugatan class action yang diajukan oleh tim penggugat ssbagina warga Kenanga atas perusahaan pengolahan tepung tapioka PT. Bangka Asindo Agri yang berada di Kelurahan Kenangan, Kecamatan Sungailiat Bangka.

Sidang yang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fatimah SH MH membacakan putusan bahwa sidang gugatan Class Action menyatakan jika prosedur pengajuan gugatan para penggugat tidak sah, Senin (20/7/2020).

Atas putusan tersebut, kuasa hukum penggugat (perwakilan kelompok masyarakat Kenanga), Zaidan mengaku merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh majelis hakim yang memimpin perkara tersebut dengan menolak gugatan class action yang diajukan cliennya.

"Kita kecewa atas putusan itu. Terkait kesempatan yang diberikan oleh majelis untuk memperbaiki itu, kita sudah penuhi mulai dari alat bukti dan lainnya, tapi kenyataannya majelis hakim lebih mengadopsi apa yang disampaikan oleh penasehat hukum PT BAA," katanya.

Meskipun dinyatakan tidak sah, Zaidan mengaku akan berkoordinasi kembali dengan perwakilan kelompok masyarakat Kenanga untuk melakukan langkah apa yang akan diambil kedepannya.

"Kita tidak akan putus asa karena ranah hukum seperti ini adalah hal yang biasa. Yang pastinya kita akan pelajari lagi dan kita akan coba untuk mengajukan lagi gugatan baru atau gugatan PTUN dan lain sebagainya," ucapnya.

Sementara itu saat menggelar konferensi pers, Kuasa Hukum PT. BAA, Arifin J Sitorus yang didampingi oleh rekannya Herman Sudrajat dari kantor otoritas AR Tampubolon dan Sumin menyampaikan rasa syukur atas putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat.

"Gugatan yang mereka ajukan itu tidak memenuhi kriteria seperti yang dimaksud dalam peraturan Mahkamah Agung (MA) nomor 1 tahun 2002 tentang gugatan class action, seperti bukti-bukti yang diajukan penggugat itu amburadul atau ngawur. Ditambah bukti-bukti itu adanya KTP warga Cianjur, Nganjuk dan kejanggalan-kejanggalan lainnya yang mereka gugatkan," terangnya.

Selain itu, Arifin menilai gugatan yang diajukan perwakilan masyarakat Kenanga ini diduga tidak ada kejelasan fakta antara perwakilan kelompok yang mengaku sebagai wakil kelompok masyarakat Kenanga dengan kelompok yang diwakilkannya sehingga gugatan yang diajukan ditolak oleh majelis hakim.

"Dari kejanggalan-kejanggalan inilah, mungkin majelis hakim menilai bahwa gugatan tersebut tidaklah sah. Dan Kami sangat bersyukur atas pertimbangan majelis hakim," tuturnya.

Atas putusan tersebut, Arifin berharap kepada seluruh masyarakat Bangka khususnya warga Kenanga agar permasalahan yang pernah terjadi cukup selesai disini saja.

"Dengan keputusan yang dinyatakan tidak sah tersebut merupakan kemenangan bagi kita bersama dan kemenangan masyarakat Bangka khususnya masyarakat Kelurahan Kenanga," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review