KUNDUR, BABELREVIEW.CO.ID – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha lokal. Salah satunya dengan mendampingi Rumah Batik Kundur, UMKM binaan yang mengembangkan batik khas daerah sebagai identitas budaya sekaligus peluang ekonomi baru di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Direktur SDM PT TIMAH, Ratih Mayasari, saat mengunjungi Rumah Batik Kundur menyampaikan apresiasinya terhadap upaya melahirkan pelaku usaha baru di sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, perusahaan tidak hanya mengelola sumber daya alam, tetapi juga berkontribusi menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
PT TIMAH berkomitmen mendampingi para perajin agar batik khas Kundur dapat berkembang menjadi usaha yang kuat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Rumah Batik Kundur, Farhida Hanum, mengatakan kelompok tersebut dibentuk dan dibina sejak awal oleh PT TIMAH. Para anggota yang mayoritas memiliki keterampilan menjahit mendapatkan pelatihan membatik, termasuk pelatihan intensif pada 2025.
Saat ini, Rumah Batik Kundur mengembangkan motif yang terinspirasi dari kekhasan daerah, seperti siput khas Kundur, daun dan bunga lokal, serta bentuk geografis Pulau Kundur. Kelompok ini juga fokus mengembangkan batik ecoprint dengan memanfaatkan dedaunan lokal.
Meski masih menghadapi tantangan dalam mengenali bahan yang sesuai untuk ecoprint, para perajin berharap pendampingan dan pelatihan dapat terus berlanjut agar Batik Kundur semakin dikenal dan mampu menjadi usaha yang mandiri. (*)










