Puluhan Hantu Gentayangan, Pengunjung di De Locomotief Ketakutan

kasmirudin
Puluhan Hantu Gentayangan, Pengunjung di De Locomotief Ketakutan
FESTIVAL HALLOWEN – Puluhan hantu bergentayangan di De Locomotief Sungailiat, yang membuat para pengunjung ketakutan dalam Festival Hallowen, Sabtu (27/10/2018) malam. (foto:Irwan)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW – Pengunjung De Locomotief Sungailiat menjerit ketakutan ketika puluhan hantu bergentayangan, Sabtu (27/10/2018) malam. Hantu dengan sosok yang menyeramkan tersebut, sukses membuat para pengunjung histeris ketakutan. Bahkan beberapa pengunjung pun dibuat terkejut, ketika para hantu mulai beraksi menakut-nakuti menambah horor suasana.

Tapi itu bukan hantu asli, itu adalah peserta Festival Hallowen yang menggunakan kostum hantu dan berpenampilan menyeramkan. Para peserta pun berlomba menjadi yang terseram, dengan make up karakter yang mirip dengan hantu sungguhan.

Puluhan hantu tersebut bermacam-macam karakter, ada suster ngesot, nenek sihir, mak lampir, vampire, hantu pengantin baru, dan hantu jepang sadako dan hantu piyama.

Mega, peserta asal Toboali, Bangka Selatan mengatakan, dirinya sangat antusias dengan acara seperti ini. Karena merasa tertantang untuk membawakan karakter yang horor. Mega memilih karakter suster ngesot, karena sudah lama menyukai film horor suster ngesot dan ingin memerankannya dalam Festival Hallowen.

“Sebelumnya memang suka nonton film horor Indonesia terutama karakter suster ngesot, jadi aku merasa lebih menjiwai kalau berkarakter suster ngesot,” jelasnya.

Abi Apreli selaku koordinator event mengatakan, Festival Hallowen merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan De Locomotief sebagai memperingati bulan hallowen yang jatuh pada bulan Oktober. Selain itu juga panitia ingin mewadahi dan menyalurkan generasi muda yang memiliki ketertarikan pada make up karakter.

“Sampai malam ini peserta yang daftar mencapai 42 orang dari berbagai daerah, termasuk ada 4 peserta dari Belitung. Lombanya itu peserta bebas memilih karakter mau hantu lokal seperti pocong, tuyul, kuntilanak atau hantu luar seperti zombie, drakula atau vampire. Yang penting temanya horor,” jelas Abi.

Ditambahkan Abi, penilaiannya saat para peserta menunjukan karakter yang dibawakannya. Abi mencontohkan, kalau peserta memakai karakter drakula harus sebisa mungkin dengan segala kreatifitas benar-benar mirip dengan karakter sungguhannya.

“Makanya selain ada juara 1,2 dan 3 kita juga ada juara best kostum, best performance dan best karakter. Jurinya kita ambil yang memang mumpuni di bidang masing-masing seperti desainer dan model,” katanya.

Abi berharap, dengan adanya kegiatan Festival Hallowen dapat memacu generasi muda untuk terus berkarya dan berkreasi sesuai dengan minatnya yakni make up karakter dan desain kostum. (BBR)


Penulis : Irwan
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview