Puluhan Nelayan Gelar Silahturrahmi Pulau Dante, Sepakat Tolak Tambang Laut Teluk Kelabat Dalam

Ahada
Puluhan Nelayan Gelar Silahturrahmi Pulau Dante, Sepakat Tolak Tambang Laut Teluk Kelabat Dalam
Pertemuan para nelayan digelar di Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Minggu (31/5/2020). (Ist)
Pertemuan para nelayan digelar di Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Minggu (31/5/2020). (Ist)
Pertemuan para nelayan digelar di Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Minggu (31/5/2020). (Ist)

BELINYU, BABELREVIEW.CO.ID -- Puluhan Nelayan yang tergabung dalam komunitas Nelayan Teluk Kelabat Dalam menolak aktivitas tambang laut di perairan Teluk Kelabat Dalam Kabupaten Bangka.

Pertemuan para nelayan ini digelar di Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Minggu (31/5/2020).

Pertemuan yang dikemas dalam bentuk Silaturahmi Antar Nelayan Teluk Kelabat Dalam ini dihadiri oleh perwakilan dari tujuh desa, antara lain Desa Pangkal Niur, Berbura, Riding Panjang, Belinyu, Tuik, Beruas dan Pusuk.

Setelah melakukan rapat sekitar 4 jam mulai pukul 09.00 - 13.00 WIB tersebut, menghasilkn kesepakatan bahwa aktivitas tambang laut di Teluk Kelabat Dalam selama ini telah merusak lingkungan dan biota laut.

Kesimpulannya, para nelayan menolak adanya aktivitas tambang laut di kawasan tangkap ikan para nelayan Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat.

Dalam pertemuan itu juga, para nelayan mengklarifikasi adanya isu dan fitnah yang beredar, seolah-olah ada nelayan yang menerima bantuan konvensasi dari Tambang Laut yang bekerja di Desa Riding Panjang.

"Pertemuan tersebut juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar nelayan Teluk Kelabat Dalam dan klarifikasi isu tidak benar atau fitnah," ujar Dy, salah seorang yang ikut pertemuan kepada Babelreview, Senin (1/6/2020).

Dalam pertemuan sekitar empat jam tersebut, setiap perwakilan dari tujuh desa diberi kesempatan memaparkan kondisi nelayan di desa masing-masing.

Mereka juga diberi kesempatan menyampaikan sikap dan harapan terkait aktivitas tambang laut yang dituding telah merusak mata pencaharian nelayan.

Minta perhatian pemerintah..

  • Halaman
  • 1
  • 2