Puluhan Warga Dari Empat Kelurahan dan Satu Desa di Kecamatan Koba Deklarasikan Tolak Aktivitas Tambang Ilegal

faisal
Puluhan Warga Dari Empat Kelurahan dan Satu Desa di Kecamatan Koba Deklarasikan Tolak Aktivitas Tambang Ilegal
Puluhan Warga Saat Mendeklarasikan Diri Menolak Aktivitas Tambang Ilegal di Daerah DAS Nibung, Minggu (26/1/2020). (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Penertiban tambang ilegal yang beroperasi di kolong merbuk, kenari, pungguk dan yang ada di sekitaran pemukiman warga yang dilakukan oleh Polres Bangka Tengah mendapat dukungan dari warga setempat.

Empat Desa dan Satu Kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Simpang Perlang, Koba, Berok, dan Arung Dalam serta Desa Nibung mendeklarasikan diri untuk menolak tegas keberadaan penambang ilegal dan mendukung tindakan penertiban yang terus dilakukan oleh Polres Bangka Tengah.

Gabungan masyarakat tersebut memberi dukungan kepada pihak kepolisian dengan cara memasang spanduk di Kelurahan Berok Kediaman Tokoh Agama H Mustar yang berisikan dukungan atas tindakan penertiban.

"Kami masyarakat lingkar yang terkena dampak tambang ilegal ini mendukung sepenuhnya tindakan yang dilaksanakan Polres Bangka Tengah dalam penegakan hukum undang-undang minerba no 4 tahun 2009,"ujar Syahrob Syahroni, salah satu warga hadir, Minggu (26/1/2020). 

Ia mengatakan, tujuan deklarasi ini supaya terciptanya keamanan, kenyamanan dan ketentraman wilayah yang tertib hukum serta mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan bila aktivitas tersebut terus berlangsung.

Sementara itu, tokoh agama Kelurahan Berok, H Mustar menyampaikan dengan adanya kekompakan seperti ini semoga tidak ada lagi tambang ilegal yang beraktivitas didekat lingkunganya.

"Kami menyatakan secara tegas untuk tidak setuju dengan adanya aktifitas tambang tersebut sampai kapan pun, dengan deklarasi ini kami harap tidak ada lagi tambang ilegal yang beraktifitas,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  :  Faisal

Editor     : Admin03

Sumber : Babel Review