Pundok Cabik Unggulkan Ayam Bakar Mercon dan Bakso Petir

Admin
Pundok Cabik Unggulkan Ayam Bakar Mercon dan Bakso Petir
Foto: Dok Pundo Cabik

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Inspirasi untuk berbisnis bisa berasal dari mana saja, bisa dari membaca atau melihat lingkungan sekitar. Hal ini pulalah yang terjadi pada Yashandy Muhammad Lingga, owner Pundok Cabik yang menyajikan menu unggulan ayam bakar mercon dan bakso petir“Saya memilih membangun usaha karena sudah terbiasa dan terdidik melihat usaha/bisnis dari ibu, karena basic beliau pun wirausaha.

 Maka dari itu saya memang lebih tertarik berbisnis dibandingkan dengan bekerja kantoran, tanpa mengurangi rasa hormat kepada rekan-rekan yang bekerja kantoran,” kata Yashandy. Awal usaha Yashandy dimulai ketika sang ibu bermaksud menyewakan sebuah bangunan setengah jadi kepada rekannya untuk berbisnis ayam bakar. Namun selang beberapa waktu sang penyewa pergi begitu saja meninggalkan tempat dan peralatan yang biasa digunakannya berjualan. “Akhirnya, dengan sistem pinjam pakai peralatan yang ditinggalkan pemiliknya tersebut, bisnis ayam bakar dengan menggunakan merk sendiri pun mulai diawali,” kenang Yashandy.

Bagi Yashandy, bisnis kuliner merupakan bisnis yang peluangnya masih terbuka lebar. Asalkan ditekuni dengan sabar dan penuh keyakinan, ia yakin bisnis di bidang kuliner masih sangat menjanjikan karena makanan merupakan kebutuhan semua orang yang harus dipenuhi setiap hari. Usaha ayam bakar mercon dan bakso ini sudah dijalani Yashandy sejak tahun 2016 silam.

Tempat yang strategis di Jl Aipda Rebuin No 164 Pangkalpinang (tepat di belakang Resto Tan Kasteel) menjadikan Pundok Cabik sebagai salah satu tempat makan yang gampang dicari dan mendapat sambutan positif dari konsumen. “Selain ayam bakar mercon dan bakso petir, kami juga menyediakan lempah kuning ikan tenggiri,” kata Yashandy.

Untuk memudahkan konsumen menikmati sajian Pundok Cabik, Yashandy bekerja sama dengan sebuah aplikasi angkutan online sehingga konsumen yang ingin menikmati menu-menu spesial Pundok Cabik tidak harus datang ke tempat, melainkan cukup memesan melalui aplikasi tersebut. “Atau untuk servis kami memudahkan pelanggan untuk melakukan pemesanan langsung melalui kami dengan jasa delivery gratis minimal 3 porsi,” kata Yashandy.

Usaha yang dibangun bersama ibunya itu kini semakin diterima oleh konsumen. Terlebih fasilitasnya pun kian lengkap seperti kipas angin, hiburan film tv dan musik, serta Free WIFI. “Alat pembakaran pun sudah milik sendiri bukan pinjaman lagi,” kata Yashandy sambil tersenyum. Resto yang buka dari pukul 10.00 wib hingga 21.00 wib ini menawarkan menu-menu yang fresh bukan makanan siap saji. Kesegaran menu ini menjadi salah satu daya tarik paling utama yang ditawarkan oleh Pundok Cabik.

Kekhasan ayam bakar mercon Pundok Cabik terletak pada sambal mercon yang langsung dioles pada ayam saat proses pembakaran sedang berlangsung. “Jadi berbeda dengan kebanyakan usaha sejenis yang biasanya menyajikan ayam bakar biasa, atau madu, dan hanya pedas di sambalnya saja,” jelas Yashandy. Sementara itu bagi para penikmat kuliner pedas dan gurih, menu bakso petir dari Pundok Cabik sangat layak untuk dicoba. “Kami menghadirkan bakso dengan isian cabai yang banyak dan tentunya pedas menggelegar,” pungkas Yashandy. (BBR)