Pungli Kebersihan Sampah, Dua Oknum Honorer Diberhentikan

kasmirudin
Pungli Kebersihan Sampah, Dua Oknum Honorer Diberhentikan
Suhaimi. (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Pangkalpinang, Suhaimi mengatakan, ada tujuh pengaduan pungli di Kota Pangkalpinang selama periode satu semester dari Januari hingga Juni 2020.

Dari tujuh kasus tersebut, tiga di antaranya sedang dalam proses penyelesaian.

"Dari tiga kasus, salah satunya sudah selesai, yakni kasus pungutan kebersihan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang," ujar Suhaimi, Senin (20/7/2020).

Temi sapaan akrabnya ini mengatakan, dalam kasus DLH tersebut ada dua oknum honorer yang diduga melakukan pungutan kepada masyarakat dengan dalih menggunakan karcis retribusi, namun pungutan tersebut tak memiliki dasar apapun.

"Uang pungutannya juga sudah dikembalikan dan disetor ke kas daerah dan yang bersangkutan juga sudah diberhentikan sejak awal tahun," ujarnya.

Kepala Inspektorat Kota Pangkalpinang ini juga menyebutkan, untuk dua kasus yang belum terselesaikan, yakni kasus pungutan kepada pedagang di Pasar Kampung Asam, serta Apotek Gangga yang diduga dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakatan (LPM) setempat, saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

"Untuk dua kasus yang belum selesai ini, nanti rencananya kedua belah pihak akan dikonfirmasi seperti apa kronologinya, dasar pemungutannya apa? Berdasarkan laporan di tim penindakan, terakhir informasinya lembaga yang melakukan pungutan apakah LPM kelurahan atau LPM kecamatan. Nanti mereka juga akan kami konfirmasi benar atau tidak ada pungutan itu?" bebernya. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir 

Sumber : Babel Review