Rakor Aleg PKS Basel, Ketua DPW Minta Kurangi Frekuensi DL

Ahada
Rakor Aleg PKS Basel, Ketua DPW Minta Kurangi Frekuensi DL
Rapat Koordinasi (Rakor) Anggota Legislatif (Aleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). (Foto: andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Anggota Legislatif (Aleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dua Anggota DPRD Basel dari PKS yakni Samsir Patholmui'in dan Musani menyatakan siap berkontribusi maksimal bagi Kabupaten Basel.

"Rakor Aleg se Babel baik kabupaten, kota maupun Provinsi sebagai ajang untuk koordinasi apa yang harus dilakukan oleh Aleg PKS di DPRD Masing - masing serta ajang untuk mengevaluasi kinerja DPRD tentang apa saja yang sudah dilakukan di DPRD dalam melakukan fungsi Anggota DPRD seperti fungsi budgeting, kontrol,  legislasi dan advokasi, " ungkap Sekretaris DPD PKS Basel, Samsir.

Menurutnya, apa saja yang sudah dilakukan untuk membantu masyarakat dalam hal mengakomodir aspirasi masyarakat juga dibahas dalam Rakor yang digelar rutin pertiga bulan sekali ini.

"Rakor Aleg kali ini, kita dapat wejangan dari Ketua DPW PKS Babel yang pertama untuk mengontrol frekuensi Dinas Luar (DL). Karena ini fenomenanya sangat berbeda dari dua periode sebelumnya dimana frekuensi lebih tinggi sekarang. Aleg PKS diharapkan menjadi contoh dalam mengurangi frekuensi itu minimal sudah disampaikan walaupun akhirnya tetap dilakukan, " katanya.

Yang kedua, sambungnya untuk menginternalisasi Platform, Visi dan misi partai untuk mentransformasi ke perjuangan dakwah parlemen yang harus diperjuangkan.

"Dan yang ketiga, Aleg PKS harus membuat tahapan - tahapan kerja  yang harus direncanakan dengan terukur untuk tiga bulan ke depan. Sehingga apa yang akan diperjuangkan dan diadvokasi bisa maksimal. Dengan kata lain artinya harus bekerja by design, " imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Aleg PKS juga jangan bias, artinya jangan menyimpang dari platform, visi misi partai dan harus on the track.

"Vokal dalam artian memang membela hak masyarakat, sesama Aleg PKS kita tidak pernah berbeda. Kalaupun beda dan menimbulkan pro kontra dengan Aleg partai lain, itu wajar saja karena setiap Aleg memiliki niat dan tujuan berbeda dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada, " tandasnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, sambungnya, yang akan dilakukan pihaknya adalah tetap menjalin koordinasi dengan semua anggota DPRD.

"Mengenai cara menyikapi permasalahan kita tetap berpedoman kepada platform, visi dan misi partai. Walaupun kita berbeda partai dan dengan platform yang berbeda pula, tapi di DPRD kita adalah satu rumah yang perlu bahu membahu dalam membangun daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan masyarakat yang merupakan tujuan dari setiap program pemerintah, " ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Polhukam DPD PKS Basel yang juga Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Kebangkitan Bangsa, Musani menambahkan, dari hasil Rakor Aleg tersebut didapati garis besarnya bahwa Aleg PKS harus memperjuangkan dan mengadvokasi kepentingan masyarakat terutama  dalam hal penganggaran.

"Kita juga diharapkan bisa berperan aktif dalam setiap tugas dengan rasa penuh tanggung jawab. Tentunya tetap mengacu pada platform, visi misi PKS, " pungkasnya. (BBR)

Laporan: Andre