Ramadhan Tahun Ini Berdampak Sosial Ekonomi, Warga Ngirit Belanja Makanan Buka Puasa

Ahada
Ramadhan Tahun Ini Berdampak Sosial Ekonomi, Warga Ngirit Belanja Makanan Buka Puasa
Suasana pasar (ist)

SIMPANGRIMBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Suasa terlihat berbeda dalam menjalani Ramadhan tahun 2020 ini. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, suasana menyambut Ramadhan dua hari ini lebih sepi. 

Hal ini tiada lain karena pandemi covid-19 yang saat ini sedang mewabah hingga ke daerah pedesaan. 

Contohnya di wilayah Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung.

Pada tahun sebelumnya masyarakat sangat bersemangat dalam menjalani puasa.

Apalagi awal ramadhan, suasana agamis sangat kental. Demikian juga ketika menjelang berbuka puasa, berbagai hidangan banyak tersaji.

Namun suasana Ramadhan tahun lebih sunyi dan sepi dari hiruk pikuk ritual dan kebiasaan bulan Ramadhan.

Kondisi yang tidak meriah ini ternyta berdampak secara sosial maupun ekonomi.

Kartini, seorang ibu rumah tangga Desa Gudang merasakan perbedaan tersebut.

Pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya Kartini memanfaatkan kemeriahan warga menyambut Ramadhan ini dengan menjajakan kue keliling untuk menu berbuka warga. 

Tahun ini Kartini mengakui bahwa warga lebih sedikit membeli kue untuk berbuka puasa. Warga lebih banyak membeli lauk pauk.

"Alhamdulillah seperti biasalah walau banyak yang jualan kue juga. Hanya suasananya yang agak beda. Kalau tahun sebelumnya kue dan lauk pauk yang kami jual cukup lumayan laris, tapi tahun ini lebih banyak beli lauk pauk, mungkin mau hemat. Maklum Ramadhan ini ekonomi begitu sulit, pendapatan sulit, sementara pengeluaran lebih banyak," jelas Kartini.

Hal yang sama disampaikan oleh Jaima, ibu rumah tangga yang tinggal di Simpang Rimba.

Ia mengatakan bahwa puasa kali ini sangat beda dengan tahun sebelumnya.

"Suasana beda Pak. Kalau sebelumnya masukan kita ada walau hanya sedikit. Tapi kali ini benar-benar sulit. Mau belanja, harus mikir-mikir dulu. Masukan kita dari mana. Sementara kebutuhan kita banyak. Ya makan semampulah pak. Belum nanti lebaran, waduh pak darimana kita dapat uang," keluh Jaima.

Jaima berharap  agar pemerintah bisa memberikan subsidi kepada masyarakat, agar bisa menyambung hidup hingga wabah covid-19 usai dan normal seperti biasanya.

Pantauan dijalanan masih ada beberapa warga menggelar atau buka warung, serta madih banyak  penjual  kue atau makanan  yang menawarkan dagangannya. Namun pembelinya terbatas. 

Hanya saja  kegiatan sholat tarawih  tetap di laksanakan berjamaah di beberapa masjid yang berada di wilayah kecamatan Simpang Rimba.

Syaihurrahmi, Kepala Desa Rajik menyampaikan bahwa sholat tarawih masih di laksanakan di masjid.

"Tiap hari aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa, walaupun ada himbauan tentang wabah covid19 ini. Namun sholat Jum'at dan sholat wajib lainnya masih tetep di laksanakan di masjid secara berjamaah demikian juga  sholat tarawih di laksanakan secara  berjamaah di masjid," ujar Syaihurrahmi.

Demikian juga di desa Jelutung II, Desa Gudang, Desa Bangka Kota, Desa  Permis,  sholat tarawih  di laksanakan berjamaah di Masjid-masjid dan Musholla.

Hanya saja jamaahnya berkurang bila di bandingkan tahun- tahun sebelumnya. (BBR)
Laporan: Kulul Sari