Raperda Kepariwisataan Babel Sedang Digodok DPRD, Untuk Siapa...???

Kusuma Jaya
Raperda Kepariwisataan Babel Sedang Digodok DPRD, Untuk Siapa...???
Embung Bumang ini terletak di Desa Kemuje Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain untuk mengairi sawah seluas 300 hektar, embung ini juga bisa dijadikan objek wisata air atau agrowisata. (fierly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pariwisata menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang penting pada abad ke-21 ini. Dalam perekonomian suatu daerah, bila dikembangkan secara berencana dan terpadu, peran sektor pariwisata akan melebihi sektor pertambangan dan industri lainnya.

Sektor pariwisata hadir sebagai katalisator pembangunan, sekaligus akan mempercepat proses pembangunan itu sendiri, antara lain melalui peningkatan perolehan devisa negara, memperluas dan mempercepat proses kesempatan berusaha, memperluas kesempatan kerja, mempercepat pemerataan pendapatan, meningkatkan pajak negara dan retribusi daerah, meningkatkan pendapatan nasional, memperkuat posisi neraca pembayaran serta bisa mendorong pertumbuhan pembangunan wilayah yang memiliki potensi alam yang terbatas.

Karena itu, sektor yang seksi ini harus diperlakukan secara tepat dan cepat, agar mampu memberdayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki saat ini.

Bangka Belitung, merupakan salah satu provinsi yang memiliki SDA maupun SDM yang mampu memberdayakan sektor pariwisata menjadi penyambung kesejahteraan ekonomi maupun soial masyarakat Bangka Belitung.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi alasan DPRD Provinsi Bangka Belitung berinisiatif membentuk Raperda Kepariwisataan khusus untuk mengatur pariwisata yang ada di Babel agar bisa terus berkembang dan maju.

Ketua Pansus Raperda Kepariwisataan Babel Aksan Visyawan mengatakan Perda ini merupakan inisiatif dari DPRD guna meningkatkan kemajuan wisata di Babel. Ia mengungkapkan sejumlah point penting pun menjadi perhatian khusus didalam perda ini.

"Point-point penting yang kita tekankan di Perda yang baru, yakni terkait dengan kelestarikan lingkungan hidup di Bangka Belitung. Lalu memastikan bahwa masyarakat Babel dilibatkan dalam pengelolaan pariwisata, misalnya bisa menjadi tour guide. Karena kita harus dilibatkan dalam memandu wisatawan atau tamu yang datang ke daerah kita dan juga keterlibatan para UMKM kita, agar dua sektor ini bisa maju bersama," ungkap Aksan kepada Babel Review.

Politisi PKS ini menilai, meskipun selama ini pariwisata Babel sudah berjalan, namun masih belum sesuai dengan harapan. Sejumlah kearifan lokal Babel belum dipertahankan dan dikembangkan, karena itu perlu aturan baru untuk mengatur hal tersebut agar kearifan lokal yang dimiliki bisa dikembangkan.

Selain itu juga, akibat pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang terpaksa menganggur. Melalui perda ini, Aksan menuturkan masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan atau kehilangan pekerjaannya bisa diberdayakan untuk berkontribusi dalam pengelolaan wisata atau kemajuan wisata.

Termasuk memperjelas arah atau fokus wisata Bangka Belitung agar bisa lebih terarah dan terukur sehingga benar-benar bisa memberikan dampak terhadap kemajuan ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

Karena itu Perda Pariwisata dianggap...

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3